Produsen Baja Resah Nilai Tukar Rupiah Tak Stabil

Produsen Baja Resah Nilai Tukar Rupiah Tak Stabil

- detikFinance
Kamis, 12 Des 2013 14:48 WIB
Produsen Baja Resah Nilai Tukar Rupiah Tak Stabil
Jakarta - Para pengusaha industri baja mengaku kinerja dan rencana bisnis mereka terganggu karena fluktuasi nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS).

Ketua Indonesia Iron and Steel Industry Association (IISIA) Fazwar Bujang meminta pemerintah dapat menstabilkan nilai tukar rupiah.

"Nilai tukar rupiah ini adalah isu para pemain baja karena sebagian besar bahan baku produksi baja utamanya dari impor. Efek dari pelemahan rupiah berdampak pada cost produksi," kata Fazwar di Munas IISIA Hotel Grand Melia Kawasan Kuningan Jakarta, Kamis (12/12/2013).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ia mengatakan tidak mempermasalahkan bila harga dolar AS tembus Rp 15.000, asalkan stabil. Naik turunnya nilai tukar rupiah dinilai mengganggu terutama sulitnya produsen merencanakan bisnisnya ke depan.

"Jadi dampaknya adalah kepada harga jual ke end user atau konsumen. Misalnya harga seng sebelum kenaikan kurs harganya Rp 33.0000/lembar sekarang harganya tidak lagi Rp 33.000/lembar. Pengaruhnya kemana, ke pembelian biasa beli 100 lembar tetapi setelah ada kenaikan berkurang bisa hanya beli 50 lembar saja. Kita mau saja harganya Rp 15.000 tetapi stabil," katanya.

Ia berharap pemerintah bisa melakukan itu secepatnya. Sehingga di tahun 2014 tidak ada kekhawatiran produsen baja dan kinerja produksi baja tidak terganggu.

"Saya berharap betul tahun 2014 nilai tukar rupiah ini terkendali. Masih banyak ruang gerak yang dilakukan pemerintah, kebijakan fiskal contoh PPN untuk barang mewah dinaikkan. Jadi ada upaya melambatkan barang yang diimpor. Kalau ini dilakukan di fiskal suku bunga tidak selalu naik maka nilai tukar dolar terhadap rupiah cepat stabil," tegasnya.

(wij/hen)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads