Presiden Direktur Freeport Indonesia Rozik Boedioro Soetjipto mengatakan, turunnya pendapatan tersebut karena produksi turun setelah sempat ada kecelakaan runtuhnya tambang bawah tanah, yang menyebabkan operasi tambang Freeport berhenti sementara. Selain itu, turunnya harga komoditas tambang juga menjadi penyebab pendapatan Freeport Indonesia tak capai target.
"Untuk produksi estimasi sampai akhir tahun 12% di bawah bujet (target). Hampir 2 juta ton konsentrat kira-kira," ujar Rozik di kantornya, Kuningan, Jakarta, Kamis (12/12/2013).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Rozik mengatakan, saat ini pihaknya tengah berjuang untuk mendapatkan keringanan dari pemerintah, terkait larangan ekspor tambang mentah mulai tahun depan.
Freeport belum siap untuk menghentikan ekspor tambang mentah mulai tahun depan. Bila ini tetap dilakukan, maka 60% produksi tambang Freeport di Papua terancam tidak dikeruk tahun depan.
Dampaknya ada 31 ribu karyawan yang terancam pemutusan hubungan kerja (PHK). "Ini terdiri dari 12.000 tenaga kerja langsung Freeport, lalu 12.000 dari kontraktor-kontraktor, dan 5.000-6.000 dari kontraktor kecil. Jadi ada 31 ribu orang yang berkaitan dengan ini," ujar Rozik.
(dnl/dru)











































