China Airlines akan menguasai saham mayoritas di maskapai penerbangan baru bernama Tigerair Taiwan tersebut yaitu sebanyak 90%, sedangkan Tigerair hanya mendapat 10% saham sisanya saja.
Dalam keterangan tertulisnya, Tigerair menyatakan anak usahanya tersebut akan terpisah dari operasional perusahaan tapi tetap memanfaatkan situs dan jaringan penjualan Tigerair.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara Komisaris China Airlines, Sun Hung-Hsiang, mengatakan penggabungan antara pengalaman China Air dan keahlian Tigerair akan menjawab kebutuhan maskapai murah di Taiwan.
Belum lama ini, Taiwan juga baru kedatangan maskapai anyar bernama TransAsia Airways yang sudah mendapatkan izin terbang dari pemerintah setempat. Banyaknya maskapai baru bermunculan seiring tren naiknya permintaan di Asia.
Sekitar 12 maskapai murah melayani rute penerbangan dari dan ke Taiwan, di antaranya AirAsia asal Malaysia dan Peach Aviation asal Jepang.
Tigerair yang bermarkas di Singapura ini memang sedang berusaha melebarkan sayapnya di Asia sejak tahun lalu. Tahun lalu ia sudah membeli 33% saham maskapai asal Indonesia, PT Mandala Airlines.
(ang/hen)











































