Dari pangsa pasar berbagai jenis baja nasional, BUMN produsen baja ini mengklaim dirinya sebagai perusahaan dengan porsi penguasaan pasar baja nasional terbesar di kawasan Asia.
"Harus dibandingkan kelas. Produk baja kuasai 42%. Dibandngkan industri baja di kawasan ini (Asia). Di Jepang, Korea, China. Nggak punya pangsa pasar hingga 30%. Meskti tetap ada baja domestik dan impor," kata Direktur Utama Krakatau Steel Irvan K. Hakim usai acara penandatangan pembentukan perusahaan patungan di Kantor Pusat Krakatau Steel Jakarta, Jumat (20/12/2013).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada kesempatan itu, Irvan memproyeksi permintaan produk baja nasional akan tumbuh 5% hingga 7% pada tahun 2014. Sementara permintaan tahun 2013 sebesar 11 juta ton.
Namun ia mengakui harga baja sangat rentan pada kurs karena Krakatau Steel menggunakan harga internasonal untuk produk bajanya sehingga harga baja bisa berubah setiap saat. Hal ini berbeda dengan produk semen yang memakai harga patokan nasional yang relatif stabil.
"Kalau permintaan baja tahun depan masih tumbuh 5%-7%. Itu sudah bagus sekali," sebutnya.
(hen/dru)











































