Hidayat mengatakan, semenjak diluncurkan LCGC hanya tersebar 30.000 unit, atau sekitar 2% dari total produksi mobil yang mencapai 1,2 juta unit di tahun 2012.
"LCGC itu, produksinya cuma 2% dari total. Kira-kira jumlahnya nggak sampai 30 ribu unit," kata Hidayat kepada detikFinance, Minggu (22/12/2013).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Cuma seperempatnya dari total produksi itu dijual di Jabodetabek. Jadi kontribusinya tidak terlalu besar," tegas Hidayat.
Sebelumnya, pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta kesal dengan program mobil murah yang diluncurkan pemerintah pusat. Mobil murah yang sekarang disebut low cost green car (LCGC) ini menjamur di Jakarta.
Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki T. Purnama (Ahok) mengatakan, rencana Pemprov DKI untuk menghapus BBM subsidi di ibu kota adalah karena menjamurnya program mobil murah yang menambah bikin macet.
"Dulu Menteri Industri ngomong, mobil murah dijual di luar Jakarta. Faktanya Jakarta semua mobil murah. Terus dijamin tak pakai BBM subsidi, tapi nyatanya Pertamina mengeluarkan RFID. Artinya mobil mewah dan murah kalau ada RFID berhak pakai BBM subsidi. Tiap tahun 1,2 juta mobil masuk," papar Ahok di Balai Kota, Jakarta, Kamis (19/12/2013).
(zul/dru)











































