75% Kebutuhan Tepung Ikan Masih Impor

75% Kebutuhan Tepung Ikan Masih Impor

Wiji Nurhayat - detikFinance
Senin, 30 Des 2013 12:59 WIB
75% Kebutuhan Tepung Ikan Masih Impor
Jakarta - Hingga kini 75% kebutuhan tepung ikan di dalam negeri harus dipenuhi dari impor. Tepung ikan masih menjadi komponen utama sumber protein dalam formulasi pakan dari ikan.

Permintaan tepung ikan di Indonesia per tahunnya mencapai 100.000-120.000 ton. Sebanyak 75.000-80.000 ton di antaranya dipenuhi dari impor dari berbagai negara.

"Impor yang paling banyak itu tepung ikan. Produksi tepung ikan juga masih kurang sehingga masih impor. Porsi 50% dari total impor secara keseluruhan. Jadi ini tidak hanya untuk sektor perikanan tetapi dipakai juga untuk sektor peternakan," kata Kepala Badan Litbang KP Achmad Poernomo saat melakukan kerjasama di Hotel Aryaduta, Tugu Tani Jakarta Pusat, Senin (30/12/2013).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ia mengklaim volume ekspor perikanan 2013 mencapai 1 juta ton ikan atau US$ 4 miliar, sedangkan impornya masih jauh di bawah angka ekspor.

Kementerian Kelautan Perikanan (KKP) serius dan terus mendorong industri pakan nasional untuk memaksimalkan kapasitas produksinya. Penerapan sertifikasi atas bahan baku dari pakan ikan yang diproduksi secara berkelanjutan menjadi tantangan.

"Artinya balance of trade kita positif. Andalan ekspor kita udang dan rumput laut. Tetapi ikan hias juga ada. Ke Amerika Serikat, Uni Eropa dan Jepang. Kita terus dorong upaya peningkatan industri tepung ikan di Indonesia," imbuhnya.

Sedangkan konsumsi ikan perk kapita masyarakat Indonesia di tahun 2013 telah mencapai 32 kg/kapita/tahun atau meningkat 1 kg dibandingkan tahun lalu.

"Itu kalau penduduk kita jumlahnya 250 juta, kita butuh 3,5 juta ton ikan/tahun untuk memberikan makan seluruh bangsa kita. Kita naik terus dan bagaimana kita bisa mencapai 35-40 kg pada saatnya nanti dan kita bisa menyediakan suplainya jangan sampai impor. Lingkungannya bagus dan ikan banyak," katanya.

(wij/hen)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads