Sekjen Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) Joko Supriyono menyebut harga rata-rata sawit mentah atau crude palm oil (CPO) selama 2013 hanya US$ 841,67 per metrik ton atau turun 18% dibandingkan 2012 yang sempat capai US$ 1.028,40 per metrik ton.
"Tekanan penurunan harga disebabkan krisis ekonomi yang berkepanjangan di Uni Eropa. Dampaknya pelemahan daya beli sehingga permintaan berkurang. Pembeli utama Indonesia yaitu India mengalami perlambatan ekonomi disertai pelemahan nilai tukar mata uangnya. China juga mengalami perlambatan ekonomi," kata Joko saat berdiskusi dengan media di Kantor Pusat GAPKI Jalan KH Mas Mansyur Jakarta, Rabu (15/01/2014).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Nilai ekspor per November 2013 sebesar US$ 17,5 miliar, sedangkan sampai Desember 2013 mencapai US$ 19,1 miliar. Nilai ekspor ini menurun dibandingkan tahun 2012 yang mencapai US$ 21,2 miliar.
"Harga turun di tahun 2013 hanya US$ 841/ton tahun lalu US$ 1028/ton atau turun 18%," imbuhnya.
Sedangkan produksi CPO di tahun 2013 diperkirakan mencapai 26 juta ton atau menurun dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai 26,5 juta ton. Ekspor sebagian besar masih ke India, China dan Eropa.
"China tahun 2013 menjadi 2,6 juta ton turun dibandingkan tahun 2012, Eropa juga turun dari 4,1 juta ton menjadi 4 juta ton. India mengalami kenaikan dari 5,8 juta ton menjadi 6,1 juta ton. Pakistan juga naik menjadi 900 ribu ton. Timur Tengah dan Afrika naik signifikan, Afrika naik 13% dan Timur Tengah 33%," jelasnya.
(wij/hen)











































