Perusahaan ini memang diketahui tengah berencana berinvestasi membangun pabrik di Indonesia. Sejumlah daerah pernah dijajaki, mulai dari Banten hingga Yogyakarta.
Wakil Gubernur Jakarta Basuki T. Purnama (Ahok) mengatakan, Foxconn pernah tertarik untuk membangun pabrik di ibu kota. Tapi Pemprov DKI belum punya lahan yang tepat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bagaimana untuk lahan di Kawasan Berikat Nusantara (KBN)? Ahok mengatakan, lahan di sana belum disiapkan, karena Pemprov DKI sedang menyiapkan pembangunan 100 ribu rusun di kawasan tersebut.
"Kita ingin orang-orang yang tidak punya rumah di Jakarta yang belum beruntung bisa tinggal di rusun Marunda, suatu kota baru. Bisa naik sepeda dan jalan kaki," jelas Ahok.
Seperti diketahui, Foxconn Technology Group sempat meminta fasilitas lahan kepada pemerintah terkait rencana pembangunan pabrik komponen ponsel di Indonesia. Perusahaan asal Taiwan tersebut meminta fasilitas itu karena mendapat lahan dari pemerintah China.
"Foxconn itu punya 10 pabrik di China, dia bekerjasama dengan pemerintah China untuk disediakan lahan. Jadi relatif lebih mudah," kata Menteri Perindustrian MS Hidayat.
Mantan Ketua Kadin ini menyebutkan Foxconn sempat meminta kemudahan yang sama kepada pemerintah Indonesia. Namun apa daya, pemerintah tidak bisa berbuat apa-apa karena kawasan industri kini dikelola oleh swasta bukan oleh pemerintah.
"Tadinya dia ingin meng-copy itu di Indonesia. Tapi kita nggak bisa begitu," imbuhnya.
Hidayat mengatakan, dirinya tidak mengetahui sampai dimana perundingan yang dilakukan Foxconn dengan mitra lokal. Menurutnya Agung Sedayu Grup masih menjadi mitra Foxconn bersama Erajaya Swasembada.
(dnl/hen)











































