Para pengusaha gula lokal mengaku siap untuk mensuplai Gula Kristal Putih (GKP) kepada Perum Bulog. Hal ini disebabkan stok gula nasioanal hingga akhir bulan Desember 2013 masih cukup tinggi. Stok gula nasional per tanggal 31 Januari 2013 adalah sebesar 1,2 juta atau lebih tinggi dari periode yang sama tahun 2012 lalu yang hanya 900 ribu ton.
"Ada 1,2 juta ton di dalam gudang, silahkan ambil," ungkap Direktur Eksekutif Asosiasi Gula Indonesia (AGI) Tito Pranolo saat berdiskusi dengan media di Gedung Gula Negara Tanah Abang Jakarta, Selasa (21/01/2014).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pemerintah sudah melibatkan Bulog untuk menstabilisasi harga. Maka peran Bulog sebaiknya dilakukan dengan penyerapan gula dalam negeri. Kalau mengambil dari sana itu lebih baik. Atau kalaupun harus impor harus memperhitungkan situasi stok nasional," imbuhnya.
Ia berharap keputusan pemerintah dengan menunjuk Bulog sebagai stabilisator harga gula bukan hanya untuk jangka pendek. Lebih baik cara ini dilakukan untuk jangka panjang agar memudahkan perhitungan penyedia gula lokal untuk Bulog.
"Pemerintah ingin ada stabilisasi harga gula maka buffer stock harus ada. Persoalannya dari mana gulanya? Bisa dari domestik yaitu pabrik gula sendiri dan impor. Selama ini posisi itu belum jelas tentu responnya cukup sulit. Jadi harus ada kepastian. Keputusan pemerintah menjadi penting situasi gula mau dibuat seperti apa," cetusnya.
(wij/ang)











































