Ketua Umum Asosiasi Pulp dan Kertas Indonesia (APKI) Misbahul Huda mengatakan bahwa saat ini industri pulp (bubur kertas) dan kertas Indonesia tercatat sebagai pemain kesembilan terbesar secara global. Bahkan Indonesia berpeluang mendongkrak peringkat Indonesia menjadi nomor 3-4 dunia.
"Secara umum, pertumbuhan pohon di Indonesia bisa lebih cepat dibandingkan dengan pertumbuhan di negara lain," katanya di konferensi pers persiapan Pameran Industri Kertas dan Pulp yang diadakan di Ruang Rosewood 3, Royal Kuningan Hotel, Jakarta, Rabu (22/1/2014)
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Isu sebenernya adalah ada kepentingan bisnis di balik itu semua," katanya.
Di tempat yang sama Dirjen Basis Industri Manufaktur Kementerian Perindustrian Panggah Susanto mengatakan pemerintah sudah menerapkan sistem verifikasi legilitas kayu (SVLK) menjadi acuan baik dunia maupun negara lain terkait produk kayu legal. Cara ini bisa menjadi upaya meredam kampanye negatif industri kertas Indonesia.
"Masalah terkait lingkungan, black campaign dari asing. Sering menjadi ganjalan bagi ekspor kita. Padahal pulp dan kertas yang masuk ke
Indonesia itu mudah sekali tanpa ada peraturan untuk membatasi," katanya.
(hen/ang)











































