Perusahaan Minta Listriknya Masih Disubsidi, MS Hidayat: Saya Tak Janji

Perusahaan Minta Listriknya Masih Disubsidi, MS Hidayat: Saya Tak Janji

Rista Rama Dhany - detikFinance
Kamis, 23 Jan 2014 15:25 WIB
Perusahaan Minta Listriknya Masih Disubsidi, MS Hidayat: Saya Tak Janji
Jakarta - Sebanyak 361 perusahaan baja dan besi di Indonesia yang tergabung dalam Asosiasi Industri Besi dan Baja Indonesia (IISIA) meminta pemerintah membatalkan kenaikan tarif listrik tahun ini. Pengusaha baja tak siap subsidi listriknya dicabut tahun ini.

Menanggapi hal ini, Menteri Perindustrian MS Hidayat mengatakan, dirinya tidak bisa menjanjikan keputusan pemerintah tersebut bisa diubah.

Seperti diketahui, golongan listrik I-3 yang sudah menjadi perusahaan terbuka (terdaftar di bursa saham) adalah golongan industri yang memiliki daya >200 Kva Tegangan Menengah, sedangkan golongan listrik I-4 adalah industri yang memiliki daya 30.000 Kva Tegangan Tinggi. Kedua golongan ini yang akan dicabut subsidi listriknya dengan cara menaikkan tarifnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Saya tidak menjanjikan keputusan pemerintah bisa diubah, saya akan coba bicarakan apakah ada kemungkinan hal tersebut dilakukan kelonggaran. Kita juga tidak ingin kenaikan TDL (tarif dasar listrik) diiringi performance industri kita menjadi menurun. Saya tidak menjanjikan bahwa itu bisa, tapi saya menjanjikan untuk membicarakan dengan semua kolega di pemerintah baik dari Menteri Keuangan terkait subsidi listrik dan dengan Menteri ESDM," ujarnya.

Hal ini disampaikan Hidayat usai bertemu asosiasi pengusaha baja di kantor Kementerian Perindustrian, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Kamis (23/1/2014).

Meskipun begitu, Hidayat mengatakan, dirinya berterima kasih karena pelaku usaha di sektor baja mengerti soal pencabutan subsidi listrik ini. Meski pelaku usaha ini belum siap pencabutan subsidi listrik dilakukan tahun ini.

"Mereka (industri besi dan baja) menyatakan mengerti langkah pemerintah mencabut subsidi listrik, mereka terima, yang penting mereka mengerti dulu, saya terimakasih karena industri terima TDL-nya (Tarif Dasar Listrik) naik," kata Hidayat.

(rrd/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads