"Kami akan memulai perawatan pesawat dari hanggar ini pada bulan Februari," kata direktur Batam Aero Technic, Romdani Adali Adang di Batam, Senin (27/1/2014).
Sementara hanggar yang kedua akan selesai dibangun dalam waktu dekat ini dan dua hanggar yang lainnya akan selesai akhir Juni.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Masing-masing hanggar memiliki tiga ruang, dengan kata lain dapat menampung tiga buah pesawat besar, tipe narrow bodies secara bersamaan. Batam Aero Technic awalnya akan fokus pada perawatan pesawat tipe 737, tapi juga akan dikembangkan untuk menampung pesawat tipe lain, seperti air bus A320 series dan tipe pesawat wide body.
Tiap hanggarnya dapat menampung pesawat besar, seperti airbus tipe A380. Batam Aero Technic telah memiliki 100 engineer dan teknisi di Batam dan akan terus berkembang hingga mencapai 2000 karyawan setelah empat hangar seperti workshop untuk mesin-mesin pesawat, landing gears,
auxiliary power units dan komponen beroperasi penuh.
Investasi untuk seluruh fasilitas ini sebesar U$ 250 juta. "Dapat kita lihat fasilitas maintance berat di Indonesia masih relative sedikit, meskipun faktanya bahwa Indonesia adalah salah satu pasar penerbangan domestik terbesar di dunia," kata Romdani.
"Beberapa maskapai penerbangan bahkan mengirim pesawat mereka keluar negeri untuk melakukan pemeriksaan pesawat," tambahnya.
Romdani mengatakan fasilitas maintenance repair overhaul (MRO) yang baru ini dibuat dengan standard sertifikasi European Aviation Safety Agency (EASA) atau badan keselamatan penerbangan Eropa.
"Fasilitas ini dapat digunakan pada pesawat dari Lion Group dan afiliasi Lion Group di luar negeri,dan dapat juga di gunakan oleh pihak ketiga," tambahnya.
Selain itu Romdani juga menambahkan Batam Aero Technic merencanakan menambah hanggar selain di Batam untuk perawatan pesawat.
"Empat hanggar nanti nya dapat menampung 12 pesawat, yang nanti nya Batam Aero Technic dapat menampung 36 pesawat untuk kedepan nya," tutup Romdani.
(dru/dru)











































