"Kami meminta mengganti Dirut Capt. Asep dengan orang yang tepat," kata Ketua Forum Pegawai Merpati (FPM) Sudiyarto. usai menemui Wahyu Hidayat di Lobby Kementerian BUMN, di Jalan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Rabu (29/1/2014).
Bersama 3 orang perwakilan karyawan, Sudiyarto menjelaskan, Asep dinilai tidak memiliki kapasitas dan kemampuan manajerial yang baik dalam memimpin Merpati. Alhasil, terjadi penundaan pembayaran gaji dan penghentian berbagai rute Merpati di berbagai daerah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di depan Wahyu Hidayat, para pegawai Merpati ini menilai solusi apapun yang ditawarkan pemegang saham bersama PT PPA tidak akan pernah efektif, ketika posisi Dirut Merpati tidak diisi oleh orang tepat. Sehingga mereka menawarkan nama calon dirut pengganti Capt. Asep, seperti Capt Sarjono Joni.
"Kami usulkan Pak Sarjono Joni untuk pimpin Merpati. Itu keinginan 280 orang. Itu tertuang dalam tanda tangani petisi. Total karyawan Merpati ada 2.000an," jelasnya.
Joni dulu pernah menjabat Dirut Merpati namun akhirnya diberhentikan. Joni menurut Sudiyarto memiliki kemampuan yang mumpuni dan dipercaya karyawan. "Pak Sarjono Joni dipercaya semua pihak," tegasnya.
(hen/dnl)











































