Perusahaan tambang harus membangun pabrik pengolahan dan pemurnian tambang atau smelter jika masih berniat untuk melakukan ekspor. Smelter didorong agar dibangun di luar pulau Jawa, kenapa?
Deputi Bidang Infrastruktur Kemenko Perekonomian Lucky Eko menuturkan, dalam strateginya smelter itu harus dibangun di luar pulau Jawa. Tujuannya adalah membantu penyebaran pembangunan dan penghentian urbanisasi ke pulau Jawa.
"Kita menginginkan kalau industri smelter itu harus berkembang di luar pulau Jawa. Jangan di Jawa lagi. Makin padat pulau ini kan," ungkap Lucky kepada detikfinance, Minggu (2/2/2014)
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kan kalau ada smelter itu ekonomi daerahnya tumbuh, itu yang kita inginkan terjadi di luar Jawa seperti Sumatera, Sulawesi dan Papua. Dengan ada smelter itu kota di sekitarnya tambang itu bisa sejahtera," sebutnya.
Ia menuturkan saat ini ekonomi Jawa dengan pulau lainnya masih sangat timpang. Meskipun dari beberapa tahun yang lalu telah diupayakan pengembangan dalam Master Plan Percepatan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI), masih terkendala beberapa hal.
Lucky menilai Jawa tidak akan bisa menghentikan pertumbuhannya. Oleh karena iut, untuk pertumbuhan ekonomi sebesar 1% di Jawa, pulau lainnya harus dapat tumbuh di atas 4%.
"Sekarang itu sudah terjadi perbedaan kecepatan itu . Karena Jawa tidak bisa ngerem pertumbuhan ekonomi. Misalnya kalau mau tumbuh 1% di Jawa yang lain itu harus 4%," ujarnya.
Salah satu penopang dari industri smelter adalah listrik. Pembangkit listrik harus segera dibangun untuk mendukung kebutuhan industri pada daerah tertentu. Kalau tidak, industri itu akan kembali lagi di Jakarta.
"Itu yang juga saya khawatirkan. Kalau listrik tidak ada, ada pelarangan ekspor bahan mentah dan orang mau bikin smelter kan sulit," tutupnya.
(mkl/zul)











































