Pemilik usaha tiket sejak jauh-jauh hari telah meminimalisir jumlah top up saldo untuk tiket Merpati.
"Kita infokan ke agen anggota kita agar top up deposito tiket Merpati seperlunya jadi yang mengendap di Merpati nggak besar," kata Wakil Sekjen Asosiasi Perusahaan Penjualan Tiket (Astindo) Pauline Suharno kepada detikFinance Senin (3/1/2014).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sudah melakukan antisipasi sudah jauh-jauh hari saat Merpati mengurangi rute penerbangan, waktu rapor keuangan merah. Kita nggak mau kejadian sebelumnya terulang seperti saat tutupnya Adam Air, Mandala, Batavia yang nggak kembali uangnya," sebutnya.
Saat penutupan maskapai Mandala, Adam Air hingga Batavia Air, pengusaha tiket sangat dirugikan. Uang saldo yang telah dibelikan untuk tiket maskapai tersebut hangus, ketika maskapai dinyatakan ditutup.
Apalagi, tidak ada pihak yang bisa bertanggungjawab terhadap kerugian yang ditanggung pengusaha tiket meski telah menggugat ke pengadilan.
"Kalau Adam Air kita rugi Rp 40 miliar, kemudian Mandala Rp 20 miliar, Batavia Rp 30 miliar. Merpati di Jakarta nggak besar. Itu terbanyak di Indonesia Timur," jelasnya.
Merpati memberhentikan seluruh penerbangannya untuk sementara. Perseroan mengaku tengah melakukan restrukturisasi sampai Maret 2014 nanti.
"Mohon maaf saat ini belum ada penerbangan lagi. Baru mulai operasi di Maret 2014 nanti," kata Petugas Call Center Merpati Okky saat dihubungi detikFinance.
Dijelaskan Okky, pihaknya akan segera mengonfirmasi pelanggan melalui e-mail dan pengumuman lainnya jika Merpati siap kembali menyediakan pelayanannya.
"Kami sedang ada restrukturisasi, setelah Maret nanti baru ada dan kita informasikan ke pelanggan," tuturnya.
(feb/dru)











































