Merpati Kisruh Lagi, Dari Gaji Tak Dibayar Hingga Stop Operasi

Merpati Kisruh Lagi, Dari Gaji Tak Dibayar Hingga Stop Operasi

Feby Dwi Sutianto - detikFinance
Selasa, 04 Feb 2014 12:38 WIB
Merpati Kisruh Lagi, Dari Gaji Tak Dibayar Hingga Stop Operasi
Jakarta - PT Merpati Nusantara Airlines (MNA) saat ini tengah melakukan program restrukturisasi. Program ini dilakukan untuk menyelamatkan Merpati dari kesulitan keuangan yang terus membelit perusahaan.

Pada masa restrukturisasi, muncul gejolak di maskapai pelat merah ini. Mulai pegawai yang tak gajian hingga 3 bulan sampai berhenti operasi. Berikut ini kisruh yang terjadi di Merpati seperti dikutip detikFinance, Selasa (4/2/2014).

Dahlan Kesal ke Dirut Merpati

Menteri BUMN Dahlan Iskan berencana untuk merombak direksi PT Merpati Nusantara Airlines. Kekesalan Dahlan dikarenakan lambatnya direksi yang menjabat untuk melaksanakan roadmap atau business plan pendirian anak usaha baru.

Padahal pembentukan anak usaha merupakan bagian dari program restrukturisasi. Dahlan menuturkan salah satu tugas dari direksi adalah pembentukan anak usaha Merpati. Ia melihat jajaran yang juga baru dilantik ini tidak memiliki progres dalam tugas tersebut.

"Kepikir kemarin (mengganti Direksi). Karena anak usaha yang ditugaskan belum ada juga," kata Dahlan.

Merpati Gandeng Swasta Bikin Anak Usaha Baru

PT Merpati Nusantara Airlines menggandeng dua perusahaan swasta untuk mengelola anak usaha baru.Β  Kerjasama dalam bentuk kerjasama operasi (KSO) ini akan menjalankan bisnis penerbangan Merpati.

"Tadi malam Merpati sudah menandatangani KSO dengan dua perusahaan swasta Indonesia. Ada PT Bentang Persada Gemilang dan PT Amagedon," kata Menteri BUMN Dahlan Iskan.

Menurutnya, KSO ini ditujukan ke anak usaha Merpati bernama Merpati Aviation Services. "Tugas dari dua perusahaan itu nantinya Bentang Persada Gemilang untuk meng-handle Merpati di Wilayah Timur sedangkan Amagedon itu Wilayah Barat," tuturnya.

Tunggak Utang BBM ke Pertamina Rp 165 Miliar

PT Merpati Nusantara Airlines memiliki utang pembelian avtur kepada Pertamina sekitar Rp 165 miliar. Ini membuat Pertamina menghentikan pasokan avtur ke Merpati. Jumlah utang Merpati ini telah melewati komitmen batas utang Merpati kepada Pertamina yakni maksimal Rp 150 miliar.

"Utang Merpati sekarang kurang lebih Rp 165 miliar. Utang tersebut sudah jauh melampaui dari komitmen Merpati sendiri. Semula sampai dengan di bawah Rp 100 miliar, ternyata tidak bisa, selanjutnya Rp 150 miliar ternyata juga sudah lewat," kata VP Corporate Communication Pertamina Ali Mundakir.

Pada komitmen awal, ketika utang melewati batas Rp 150 miliar, maka pasokan avtur akan dilayani bila Merpati membayar tunai.

"Sehingga mulai tanggal 15 Januari 2014 hanya diberlakukan pembelian secara tunai, kalau tidak maka tidak kita layani," jelasnya.

Mendadak Stop Operasi

Rute penerbangan domestik maskapai pelat merah PT Merpati Nusantara Airlines (Persero) di bandara-bandara tanah air pada tanggal 25 Januari 2014 mendadak berhenti. Merpati menjelaskan pada tanggal 25
Januari 2014 lalu memang terjadi penundaan penerbangan. Selanjutnya para penumpang diangkut pada penerbangan Merpati hari berikutnya.

"Semua rute reschedule tanggal 25. Itu dialihkan bukan dibatalkan," kata General Manager Corporate Communication Merpati Poerwatmo.

Direksi hingga Karyawan Belum Gajian 3 Bulan

Ketua Forum Pegawai Merpati Sudiyarto menjelaskan sejak 3 bulan lalu atau mulai bulan November 2013, karyawan Merpati mulai dari pilot, pramugari hingga staff belum dapat gaji. Bahkan pengakuan Direksi Merpati pun juga belum menerima gaji.

"Gaji semua pegawai Merpati mulai yang kontrak, tetap, teknisi hingga pilot, itu belum ada yang digaji. Itu sudah memasuki bulan ke-3 sejak November," kata Sudiyarto.

Dahlan Minta Karyawan Merpati Tak Bekerja

Dahlan minta karyawan Merpati tidak bekerja atau meliburkan diri untuk sementara waktu. Permintaan ini muncul karena Direksi Merpati saat sedang melakukan langkah-langkah penyelamatan maskapai dari kesulitan keuangan.

"Bersabar dulu, untuk sementara nggak usah kerja sampai tunggu perkembangan terbaru dari Merpati," kata Dahlan.

Dalam waktu dekat anak usaha patungan Merpati dan swasta tersebut akan terbentuk. Anak usaha ini nantinya melayani penerbangan Merpati namun tidak terikat dengan utang induk yang mencapai Rp 6 triliun lebih.

Merpati Stop Operasi 5 Hari

Direktur Operasi PT Merpati Nusantara Airlines Daryanto mengatakan terhitung mulai tanggal 1 Februari sampai tanggal 5 Februari 2014, penerbangan Merpati ditiadakan. Penghentian sementara ini karena kesulitan keuangan dan adanya program restrukturisasi.

"Dan semua izin rute MZ (Merpati) di-suspend (ditunda) sampai akhir bulan Februari 2014. Akan tetapi begitu ada kesiapan MZ dan situasi lapangan sudah kondusif, maka rute-rute tersebut akan kita terbangi kembali," kata Daryanto.
Halaman 2 dari 8
(hen/ang)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads