Wakil Ketua Asosiasi Perusahaan Penerbangan Nasional Indonesia atau Indonesia National Air Carriers Association (INACA) Bayu Sutanto mengatakan, rute-rute penerbangan Merpati masih bisa dilayani dan diambil alih oleh maskapai yang telah ada. Sehingga penumpang yang ada di Indonesia Timur dan area terpencil tanah air masih terlayani.
"Dia tutup nggak ada masalah. Tapi penumpang Merpati itu bisa diangkut penerbangan lain. Di Kalimantan ada Kal Star, di nusa tenggara ada Trans Nusa. Itu ada penggantinya," kata Bayu di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta, Rabu (5/1/2014).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jadi nggak ada masalah. Pangsa pasar Merpati di rute perintis 10%, karena ada 3-4 maskapai yang terbangi perintis. Dulu iya pada 1970-an, tapi sekarang nggak lagi," sebutnya.
Sementara itu, Ketua Umum INACA Arif Wibowo menjelaskan, bila Merpati menghentikan penerbangannya untuk sementara waktu seperti yang terjadi sekarang ini. Manajemen Merpati nantinya akan mengalami kesulitan untuk membangkitkan kembali bisnis dan kepercayaan penumpang.
"Pertama dia nggak bayar bahan bakar disetop. Terus kepercayaan dari agen dan pembeli. Itu untuk jual tiket lagi susah," kata Arif.
(hen/dnl)











































