Menteri BUMN Dahlan Iskan mengatakan, saat ini prioritas utama Merpati adalah, bagaimana bisa kembali terbang dan bisa menghasilkan uang. Seperti diketahui, sejak 1 Februari 2014, Merpati menghentikan semua penerbangannya. Gaji karyawan belum dibayar sejak Desember 2013 lalu.
"Itulah Merpati itu sekarang di ICU, jangan sedang di ICU, berpikir cara lari. Tapi bagaimana cara keluar ICU dulu," sebut Dahlan di Kementerian BUMN Jakarta, Selasa (11/2/2014).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya menemui Menkeu, kebetulan ada rapat, saya jelaskan tentang perlunya izin dari Menkeu untuk PPA menganggarkan revitalisasi dan restrukturisasi untuk membeli anak perusahaan Merpati. Beliau sudah mengerti. Saya jelaskan detil, beliau minta orang BUMN, Pak Wahyu (De BUMN), untuk bicara dengan Dirjen Menkeu, kita tunggu hasilnya," kata Dahlan.
Dana Rrevitalisasi dan restrukturisasi tersebut akan digunakan PPA untuk membeli 2 unit usaha Merpati. Dana tersebut berada di PPA namun perlu persetujuan Menkeu untuk pencarian. Nantinya aliran dana segar yang diperoleh Merpati digunakan untuk membayar gaji karyawan dan modal ke anak usaha baru yakni Merpati Aviation Service.
"Yang uangnya untuk membayar gaji karyawan, sambil menunggu jalannya KSO," jelas Dahlan.
(hen/dnl)











































