Gandeng Jokowi Bangun Pabrik di DKI, Foxconn Belum Lapor ke BKPM

Gandeng Jokowi Bangun Pabrik di DKI, Foxconn Belum Lapor ke BKPM

- detikFinance
Selasa, 11 Feb 2014 13:54 WIB
Gandeng Jokowi Bangun Pabrik di DKI, Foxconn Belum Lapor ke BKPM
Jakarta - Perusahaan teknologi asal Taiwan Foxconn Technology Group telah sepakat dengan Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) untuk membangun pabrik ponsel di Jakarta. Namun Foxconn belum melaporkan rencana investasi ini kepada pemerintah pusat melalui Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM).

"Belum (lapor), mudah-mudahan bisa segera," kata Kepala BKPM Mahendra Siregar di sela-sela acara Kadin, Hotel JW Marriot, Mega Kuningan, Jakarta, Selasa (11/2/2014).

Mahendra mengatakan, Foxconn wajib menghadap BKPM jika akan merealisasikan investasinya di Indonesia karena masuk kategori investasi asing. Ia mengharapkan investasi yang sudah tertunda lebih dari setahun ini segera terealisasi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kemarin (dengan Jokowi) itu baru Letter of Intent (LoI), itu ada keinginan menindak lanjuti. Respons saya ya cepet saja deh. Kami tentu siap mendukung," tutur Mahendra.

Dikatakan Mahendra, mitra lokal yang akan digandeng Foxconn pun masih banyak berpeluang yang masuk. Namun Mahendra enggan berkomentar mengenai kejelasan Agung Sedayu Group dan Erajaya yang sempat santer dikabarkan sebagai mitra lokal dari Foxconn.

Sementara itu Deputi Pengendalian Penanaman Modal BKPM, Azhar Lubis mengungkapkan saat ini BKPM sedang mendalami posisi menunggu laporan rencana investasi dari pihak Foxconn. Belum ada waktu pasti kapan investasi ini bisa terealisasi.

"Kita tunggu realisasinya kapan dia mengajukan ke BKPM. Dulu dengan beberapa kawasan industri, dia berbicara dengan siapa saja. Sekarang sebenarnya kita dengan pemerintah itu nunggu, apa sih, gimana, apa yang dilakukan. Kita menunggu saja," papar Azhar.

Sebelumnya Foxconn berjanji akan membahas lebih rinci investasi mereka dengan pemerintah pusat maupun Pemda DKI dalam waktu 3 bulan pasca penandatangan LoI di Balai Kota Jakarta Pekan lalu.

(zul/hen)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads