Di AS, Setiap Hari Ada Maskapai Penerbangan Hidup dan Mati

Di AS, Setiap Hari Ada Maskapai Penerbangan Hidup dan Mati

- detikFinance
Rabu, 12 Feb 2014 15:13 WIB
Di AS, Setiap Hari Ada Maskapai Penerbangan Hidup dan Mati
Singapura - Tutupnya sebuah maskapai penerbangan di sebuah negara ternyata bukan sesuatu yang mengherankan. Sebab, negara sebesar Amerika Serikat (AS), ternyata sering mengalami hal tersebut.

Menko Perekonomian Hatta Rajasa mengatakan, di AS setiap hari ada 1 maskapai yang lahir. Namun pada hari yang sama, bisa saja ada maskapai lain yang tutup. Itu pun berlangsung hingga sekarang.

"Di Amerika itu ada satu perusahaan penerbangan baru lahir, tapi ada satu atau dua perusahaan penerbangan mati," ungkap Hatta di Grand Copthorne Waterfront Hotel, Singapura, Rabu (11/2/2014).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Hatta menuturkan, hal tersebut bukan berarti sumber daya manusia (SDM) di AS tidak ahli mengelola penerbangan. Akan tetapi, bisnis yang dilakoni ini adalah bisnis dengan risiko tinggi. Sehingga kondisi seperti itu sangat dimungkinkan terjadi.

"Apakah orang Amerika tidak expert (ahli) dalam dunia penerbangan? Dunia ini sangat kompetitif. Ini yang disebut dengan bisnis yang high risk capital insenstive," jelasnya

Misalnya, saat maskapai mengalami kerusakan teknis saat penerbangan, maka dalam satu minggu ke depan kecenderungan tidak akan ada penumpang. Hal itu akan membebani keuangan perusahaan.

"Jadi kalau ada 1 perusahan dua kali mendarat darurat karena bannya pecah, itu seminggu penumpangnya turun pasti, nggak ada yang mau naik," terang Hatta.

Harusnya, lanjut Hatta, hal ini dapat menjadi pembelajaran bagi maskapai dalam negeri. Pasalnya, dunia penerbangan memang sangat kompetitif.

"Oleh sebab itu dia sangat kompetitif, jadi saya tetap yakin bahwa banyak perusahaan kita yang akan maju dibanding yang tutup. Yang tutup pun itu artinya secara bisnis itu dia tidak bertahan. bukan karena tidak ada market," paparnya.

(mkl/dnl)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads