Akhirnya pilihan jatuh kepada bus buatan Zong Tong dari China. Bus ini dibeli karena pertimbangan harga dan kualitas. Harga bus ini per unit Rp 3,35 miliar atau paling rendah dari tawaran para pesaing.
"Dari penawaran yang masuk itu. Ada Inobus (INKA), kedua Komodo, Golden Dragon, kemudian Yu Tong. Kalau Anda sebagai pengusaha, kira-kira apa yang Anda cari? itu best quality dan lowest price kalau Anda sebagai investor," kata Direktur Utama Perum Damri Agus Suherman Subrata di Kantor Pusat Damri Jakarta, Kamis (13/2/2014).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Alasannya bus dengan dek tinggi dan gandeng tidak ada di China. Di dunia, umumnya diproduksi bus dek rendah dan gandeng.
"Setelah sign kontrak, kami datang ke sana. Saya meyakinkan diri sendiri, kontrak saya benar. Vendor saya cek, Kita cek, satu per satu vendor," sebutnya.
Saat proses pembayaran, Damri menentukan sendiri skema pembayarannya. Untuk meyakinkan kualitas bus Zong Tong terjamin kehandalannya, Damri melakukan skema pembayaran 95% saat barang diterima dan 5% akan dibayarkan saat masa perawatan.
Total nilai kontrak pembelian 66 unit bus Zong Tong untuk on the road atau siap pakai mencapai Rp 221,1 miliar.
"No DP, no LC (Letter Of Credit), itu on the road. Kita bayar 95% dan 5% kita tahan," sebutnya.
(feb/hen)











































