Kepala Bagian Hukum dan Humas Kemenhub Israfulhayat menyatakan, penilaian ini dilakukan berdasarkan pemantauan selama tahun 2013 terhadap 9 maskapai berjadwal. Adapun 9 maskapai tersebut memiliki pangsa pasar lebih dari 3%
"Ketepatan waktu terbang ini memiliki pengaruh dan dampak yang signifikan kepada kelancaran pelayanan, baik oleh perusahaan penerbangan, maupun bagi operator bandar udara," kata Israfulhayat dalam siaran pers yang dikutip Sabtu (15/2/2014).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berikut ini daftar 9 maskapai dengan nilai ketepatan waktu tertinggi selama 2013 menurut Kemenhub:
- Batik Air dengan nilai 88,59%, jumlah penerbangan selama 2013 adalah 5.344 penerbangan
- Garuda Indonesia dengan nilai 84,05%, jumlah penerbangan selama 2013 adalah 168.374 penerbangan
- Sriwijaya Air dengan nilai 80,94%, jumlah penerbangan selama 2013 adalah 71.903 penerbangan
- Citilink dengan nilai 80,27%, jumlah penerbangan selama 2013 adalah 39.309 penerbangan
- Lion Air dengan nilai 74,55%, jumlah penerbangan selama 2013 adalah 182.452 penerbangan
- Mandala Airlines dengan nilai 73,81%, jumlah penerbangan selama 2013 adalah 15.287 penerbangan
- Merpati Nusantara dengan nilai 72,73%, jumlah penerbangan selama 2013 adalah 36.267 penerbangan
- Wings Air dengan nilai 72,37%, jumlah penerbangan selama 2013 adalah 59.528 penerbangan
- Indonesia Air Asia dengan nilai 71,58%, jumlah penerbangan selama 2013 adalah 38.725 penerbangan
"Diharapkan agar pada tahun 2014, on time performance masing-masing airlines lebih meningkat lagi, sehingga pengaduan pengguna jasa terkait keterlambatan penerbangan yang disampaikan kepada Direktorat Jenderal Perhubungan Udara melalui Information Centre menjadi berkurang yang akan berujung pada meningkatnya pelayanan jasa transportasi udara," kata Israfulhayat.
(hen/dnl)











































