58 Penerbangan Citilink Dibatalkan, Kerugian Belum Dihitung

58 Penerbangan Citilink Dibatalkan, Kerugian Belum Dihitung

Feby Dwi Sutianto - detikFinance
Sabtu, 15 Feb 2014 13:42 WIB
58 Penerbangan Citilink Dibatalkan, Kerugian Belum Dihitung
Jakarta - Maskapai berbiaya murah, PT Citilink Indonesia hari ini masih membatalkan 58 rute penerbangan domestik pasca meletusnya Gunung Kelud di Kediri, Jawa Timur. Pembatalan keberangkatan dan kedatangan armada Citilink ini terjadi pada bandara-bandara yang terkena dampak abu vulkanik.

Direktur Utama Citilink Arif Wibowo menjelaskan, pembatalan ini dilakukan karena pertimbangan keselamatan penerbangan.

"Karena menyangkut keselamatan. Kita nggak sembarang terbang. Ada 58 penebangan dibatalkan karena keselamatan penerbangan," kata Arif kepada detikFinance, Sabtu (15/2/2014).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Arief menjelaskan, dari 58 penerbangan tersebut, umumnya melewati bandara-bandara yang masih terganggu akibat pengaruh abu vulkanik Gunung Kelud. Bandara tersebut antara lain Bandara Juanda Surabaya, Bandara Adi Sutjipto Yogyakarta, Bandara Achmad Yani Semarang, Bandara Husein Sastranegara Bandung, dan Bandara Abdul Rachman Saleh Malang.

"Rata-rata dari Surabaya 20-an, dari Yogya 8-an, Semarang ada 4, Malang ada 2, Bandung kira-kira 5 penerbangan," jelasnya.

Meski abu vulkanik telah dibersihkan atau telah berhenti turun di bandara-bandara tersebut, Citilink masih mempertimbangkan aspek kebersihan udara dari pengaruh polusi abu vulkanik.

"Nggak hanya bandara, itu yang penting juga polusi udara atau jalur perlintasan udara juga penting. Kalau dibilang bandara sudah bersih, seperti Surabaya sudah nggak turun hujan abu, kita juga lihat pergerakan abu di udara," terangnya.

Citilink, menurut Arif, belum bisa memastikan kapan penerbangan bisa kembali normal. Ia juga belum bisa menyebutkan berapa besar kerugian akibat pembatalan penerbangan anak usaha Garuda Indonesia ini sejak Kamis kemarin.
Β 
"Kerugian ada tapi belum dikalkulasi," sebutnya.

(hen/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads