Direktur Utama Citilink Arif Wibowo menjelaskan, pembatalan ini dilakukan karena pertimbangan keselamatan penerbangan.
"Karena menyangkut keselamatan. Kita nggak sembarang terbang. Ada 58 penebangan dibatalkan karena keselamatan penerbangan," kata Arif kepada detikFinance, Sabtu (15/2/2014).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Rata-rata dari Surabaya 20-an, dari Yogya 8-an, Semarang ada 4, Malang ada 2, Bandung kira-kira 5 penerbangan," jelasnya.
Meski abu vulkanik telah dibersihkan atau telah berhenti turun di bandara-bandara tersebut, Citilink masih mempertimbangkan aspek kebersihan udara dari pengaruh polusi abu vulkanik.
"Nggak hanya bandara, itu yang penting juga polusi udara atau jalur perlintasan udara juga penting. Kalau dibilang bandara sudah bersih, seperti Surabaya sudah nggak turun hujan abu, kita juga lihat pergerakan abu di udara," terangnya.
Citilink, menurut Arif, belum bisa memastikan kapan penerbangan bisa kembali normal. Ia juga belum bisa menyebutkan berapa besar kerugian akibat pembatalan penerbangan anak usaha Garuda Indonesia ini sejak Kamis kemarin.
Β
"Kerugian ada tapi belum dikalkulasi," sebutnya.
(hen/dnl)











































