Penerbangan Murah Berpesta di Langit Asia

Penerbangan di Asia Pasifik (1)

Penerbangan Murah Berpesta di Langit Asia

- detikFinance
Senin, 17 Feb 2014 09:49 WIB
Penerbangan Murah Berpesta di Langit Asia
Airbus A320 yang dibeli AirAsia. Ini adalah jenis pesawat yang populer di antara maskapai bertarif murah (low cost carrier) di Asia Pasifik.
Jakarta - Airbus 'berpesta' di Singapore Airshow, yang berlangsung pada pekan lalu. Perusahaan pembuat pesawat yang bermarkas di Prancis itu ketiban rezeki besar dari VietJetAir, maskapai bertarif murah (Low Cost Carrier-LCC) dari Vietnam.

VietJetAir dan Airbus menyepakati pembelian 63 unit pesawat single aisle (lorong tunggal) A320. Pesawat ini akan mulai dikirimkan ke markas VietJetAir mulai akhir tahun ini. Selain perjanjian jual-beli, VietJetAir disebut juga akan menyewa tujuh unit A320 dan berencana membeli 30 unit lagi.

Perjanjian jual beli senilai US$ 6,4 miliar itu adalah ekspansi bisnis yang signifikan bagi maskapai seperti VietJetAir. Soalnya, maskapai LCC ini sendiri masih relatif sangat muda. Ia baru didirikan pada 2011 lalu.

Apa alasannya? β€œA320 terbukti sangat efisien bersama VietJetAir dan sangat disukai penumpang kami,” kata Managing Director VietJetAir, Luu Duc Khanh, di Singapura pada pekan lalu.

VietJetAir adalah gambaran kecil apa yang sedang berkembang di pasar penerbangan Asia Pasifik saat ini. Di kawasan ini, maskapai LCC sedang berkembang dengan pesat. Demand untuk pesawat satu lorong seperti A320 pun meningkat.

Airbus memprediksi pada 20 tahun ke depan, kawasan Asia Pasifik akan membutuhkan sekitar 7.000 pesawat jenis itu. Ini setara dengan sepertiga dari total pesawat di dunia.

"Semua produk kami sangat signifikan jumlahnya di kawasan ini dan kami terus mendominasi penjualan di kawasan ini karena kami mempunyai apa yang dibutuhkan maskapai di Asia Pasifik," kata Chief Operating Officer Customers Airbus, John Leahy.

Bagaimana dengan Boeing, pesaing terdekat Airbus? Meski tak kedengaran punya kontrak besar di Singapura, Boeing tenang-tenang saja. Presiden Pemasaran untuk Boeing Commercial Planes, Randy Tinseth, mengatakan mereka hanya berusaha menjaga ikatan dengan pelanggan.

"Pasar Asia-Pasifik dalam hal permintaan adalah sekitar 35 persen dari permintaan dunia sehingga sangat penting dan kami menjualan lebih banyak pesawat dari siapa pun di pasar ini, jadi kami punya kekuatan, tidak perlu dipertanyakan," kata Tinseth.

Bagaimana sebetulnya pertarungan bisnis penerbangan di kawasan Asia Pasifik ini? Mengapa pasar ini terdengar 'gurih' bagi maskapai dan pembuat pesawat terbang? Siapa juaranya? Simak laporan khusus detikFinance edisi hari ini.


(DES/DES)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads