Ini Pesawat-Pesawat Favorit Orang Asia

Penerbangan di Asia Pasifik (3)

Ini Pesawat-Pesawat Favorit Orang Asia

- detikFinance
Senin, 17 Feb 2014 14:33 WIB
Ini Pesawat-Pesawat Favorit Orang Asia
Airbus A320
Jakarta - Industri penerbangan di kawasan Asia Pasifik ternyata lebih menyukai pesawat-pesawat yang berukuran kecil. Begitulah yang terekam di Singapore Airshow, yang berlangsung pada pekan lalu.

Maskapai Vietnam, VietJetAir, misalnya, meneken perjanjian jual beli untuk 63 unit pesawat single aisle (lorong tunggal) A320 dengan Airbus. Sedangkan Nok Air dari Thailand memesan 15 Boeing B737. Myanma Airways dari Myanmar mengikat perjanjian jual beli 10 unit B737.

Di samping itu, pesawat berkapasitas kurang dari 100 seat juga laku keras. Jimmy Lau, Managing Director Experia Events, penyelenggara Singapore Airshow, mengatakan terfavorit adalah buatan Embraer dan Bombardier.

"Embraer dan Bombardier akan menjual pesawat-pesawat kecil mereka ke negara-negara seperti Indonesia, Thailand, dan Malaysia," kata Lau.



Embraer mengingat kontrak dengan Air Costa, maskapai dari India, dengan pesanan 50 unit E-Jets E2. Nilai kontraknya US$ 2,94 miliar dan berencana membeli 50 unit lagi. Air Costa ingin menghubungkan kota-kota di selatan India, seperti Bangalore, Chennai, Hyderabad, dan Vijayawada.

Sementara ATR menerima pesanan 6 unit 72-600 senilai US$ 150 juta dari Bangkok Airways. Sedangkan Nok Air, maskapai bertarif murah dari Thailand, memesan dua Q4 100, yang berkapasitas 70-80 penumpang, dari Bombardier.

Tapi memang tak ada yang mengalahkan popularitas Airbus A320 dan Boeing B737, yang berkapasitas 126-200 penumpang. Pesawat single aisle anyar diklaim lebih irit bahan bakar.

Inilah yang menyebabkan pesawat single aisle menjadi incaran maskapai-maskapai bertarif murah yang sedang populer di kawasan Asia Pasifik. Pembeliannya pun dalam jumlah besar.

Dunia perbankan rupanya lebih mudah memberikan pinjaman untuk pembelian pesawat bermesin irit bahan bakar seperti jenis single aisle itu. Selain itu, kalau beli dalam jumlah besar, harganya bisa lebih ekonomis.

Untuk rekor pesanan terbesar pertama datang dari AirAsia, maskapai yang dimiliki wirausahawan asal Malaysia Tony Fernandez. Pada pertengahan Juni 2011 AirAsia memesan 200 unit A320 dari Airbus senilai US$ 18 miliar.

Para Maret tahun lalu, giliran Lion Air dari Indonesia yang bikin publik geleng-geleng kepala. Perusahaan milik pengusaha dan politikus Rusdi Kirana ini memesan 234 unit Airbus A320 senilai US$ 24 miliar.

Pesawat jenis ini juga disukai Cebu Pacific, Tiger Airways, yang 40 persen sahamnya dimiliki Singapore Airlines, Citilink dari Garuda Indonesia, dan Qantas Airways, milik Jetstar.

Total pesawat yang dioperasikan maskapai di Asia Tenggara bakal mencapai 1.800 unit pada akhir tahun ini. Kalau dijumlahkan dengan pemesanan yang terjadi, jumlahnya bakal melewati angka 2.000 pesawat.


(DES/DES)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads