"Pernah tahun 1998 di Prancis," kata Ketua Umum Asosiasi Industri Olahraga Nasional Indonesia (Asioni) Irwan Suryanto kepada detikFinance, Senin (17/2/2014).
Irwan yang merupakan pemilik PT Sinjaraga Santika Sport (Triple S) ini mengatakan, perusahaannya menjual bola saat itu seharga US$ 8 per buah. Sayangnya Irwan tak menyebutkan berapa jumlah bola yang diekspor pada waktu itu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Irwan, bola Triple S adalah satu-satunya bola yang memiliki sertifikat standard FIFA. Hal ini lah yang membuat bola asal Majalengka bisa diakui di pasar ekspor.
"Hanya kualitas kita satu-satunya di Indonesia yang punya standard FIFA. Kalau bola sudah punya standard approve atau inspect itu sudah bisa dipakai. Jadi pemain tidak boleh menolak," paparnya.
Tahun ini, Irwan kembali mengirimkan 1 juta buah bola untuk gelaran Piala Dunia 2014 di Brasil. Namun bukan untuk dipakai di dalam pertandingan melainkan hanya untuk acara-acara pendukung seperti sponsor, merchandise dan lain sebagainya.
"Kalau sampai sekarang produk kita juga masih dipakai tim Kuwait. Masih ada sampai sekarang," tutup Irwan.
(zlf/hen)











































