Batik Seharga Rp 10 Juta Ludes Dalam Hitungan Jam di JCC

Batik Seharga Rp 10 Juta Ludes Dalam Hitungan Jam di JCC

Agus Setiawan - detikFinance
Rabu, 19 Feb 2014 18:15 WIB
Batik Seharga Rp 10 Juta Ludes Dalam Hitungan Jam di JCC
Jakarta - Batik adalah produk Indonesia yang memiliki nilai budaya kental dan kuat. Dalam pameran Adiwastra hari ini, batik yang dijual seharga puluhan juta rupiah ludes terjual dalam hitungan jam.

Senior Marketing Batik Limaran, Sri Astantin menjelaskan, pada pameran ini pihaknya membawa 10 batik untuk dipajang dan display. Hebatnya, sudah dari siang tadi batiknya habis terjual.

"Ini sebenarnya batiknya udah terjual, tapi masih kami pinjam untuk display," kata Sri Astantin saat ditemui pada acara Pameran Adiwastra di JCC, Senayan, Jakarta (19/2/2014).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut Sri Astantin atau yang akrab disapa Atin, harga dari batik ini rata-rata Rp 10 juta. Namun pihaknya enggan menyebutkan secara detil. Menurutnya, hal terpenting itu bukan harga yang murah atau mahal, namun yang penting adalah nilai yang terkandung dalam batik itu sendiri.

"Harganya sekitar sepuluhan jutaan. Pokoknya sekitar segitu ada yang lebih dan kurang. Yang penting itu bukan harga, tapi yang penting itu nilai dan makna dari batik. Orang kalau udah suka, nggak akan bilang nawar lagi karena ini seni," ujar Atin

Atin menjelaskan, batik ini sendiri yang mendesain adalah Insana Habibie yang merupakan menantu dari Mantan Presiden RI BJ Habibie. Yang bisa membuat bernilai tinggi itu karena batik ini sendiri terbuat dari sutera, serta dibuat dengan proses yang lama, yaitu antara 6-8 bulan.

"Seperti batik ini yang desain Ibu Insana, setiap batik rata-rata di buat dengan lama 6-8 bulan pengerjaan," kata Sri Astantin

Lebih lanjut, selain pengerjaan yang membutuhkan waktu lama. Para perajin batik ini juga harus memiliki tingkat ketelitian dan ketelatenan yang tinggi.

"Pola warna dan detil batik juga harus dilihat sebagai sebuah nilai karena ini susah sekali. Batik itu perlu kesabaran tingkat tinggi, sekarang orang sabar udah langka," imbuh Atin.

Batik Limaran yang beralamat di jalan Rancabentang 48 Bandung ini, pembelinya merupakan orang yang sudah berlangganan serta memang orang khusus yang paham dan mengerti akan batik.

"Rata-rata yang beli itu sudah langganan karena mereka paham tentang batik. Produksinya ada di Pekalongan, Semarang, dan cirebon," cetus Atin.

(/)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads