Kemarin Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) telah menargetkan Indonesia bisa menjadi salah satu negara eksportir garam di dunia. Paling cepat tahun depan sudah bisa terealisasi atau paling lambat 2019.
Anggota Presidium Aliansi Asosiasi Petani Garam Rakyat Indonesia (A2PGRI) Faisal Baidowi mengatakan masih banyak kendala yang dihadapi petani garam di Indonesia agar bisa mengekspor garam ke luar negeri.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Salah satu alasan Faisal adalah sulitnya mendapatkan lahan garam. Penambahan lahan garam per tahun di Indonesia terbilang cukup rendah.
Hingga tahun 2013 lahan penghasil garam di Indonesia telah mencapai 29.367 hektar (dengan produksi garam sebanyak 1,1 juta). Jumlah di tahun 2013 mengalami kenaikan bila dibandingkan tahun 2012 yang hanya 26.978 hektar (produksi 2,4 juta) dan tahun 2011 sebesar 24.140 hektar (produksi 1,6 juta).
"Untuk lahan memang jadi halangan tersendiri. Penambahan lahan tidak terlalu signifikan," imbuhnya.
Untuk tahun 2014 menurutnya Kementerian Perindustrian (Kemenperin) akan membuka lahan garam besar-besaran di Nusa Tenggara Timur (NTT). Selain itu PT Garam juga akan membuka lahan garam baru di tempat yang sama. Diharapkan dengan adanya pembukaan lahan garam baru di NTT maka ada tambahan produksi garam nasional sebesar 100 ribu ton. Hingga kini produksi rata-rata garam nasional hanya mencapai 1,4-1,5 juta ton.
"Sekarang ini Kemenperin sedang membuka lahan baru di NTT potensinya ada 390 hektar yang akan dibuka. PT Garam juga akan membuka lahan garam di NTT juga sebesar 3.500 hektar. Diharapkan di tahun 2014 ini akan meningkat produksi garam dari NTT hingga 100 ribu ton," tuturnya.
Alasan lainnya adalah cuaca ekstrem yang berpengaruh kepada produksi garam nasional. Contohnya di tahun 2013, produksi garam anjlok bila dibandingkan tahun 2012 karena faktor iklim.
"Per tahun produksi garam kita antara 1,4-1,5 juta ton. Tetapi di tahun 2013 ini produksi garam ada di rata-rata hanya 1 juta ton, kenapa? Musim kemarau lebih pendek adi faktor iklim juga berpengaruh," jelasnya.
(wij/ang)











































