Omzet Pemalsuan Obat di RI Capai Rp 2 T/Tahun

Omzet Pemalsuan Obat di RI Capai Rp 2 T/Tahun

Rista Rama Dhany - detikFinance
Rabu, 26 Feb 2014 17:17 WIB
Omzet Pemalsuan Obat di RI Capai Rp 2 T/Tahun
Jakarta - Pemalsuan obat dan kosmetik tiap tahun di Indonesia makin meningkat. Untuk pemalsuan obat saja di Indonesia omzet tiap tahunnya bisa mencapai US$ 200 juta atau sekitar Rp 2 triliun.

Ketua Masyarakat Indonesia Anti Pemalsuan (MIAP) Widya Beunastuti mengatakan, berdasarkan data yang dimiliknya, pemalsuan obat secara global pada 2010 mencapai US$ 75 miliar atau Rp 750 triliun.

"Di Indonesia sendiri, pemalsuan obat tumbuh subur dengan estimasi omzet sebesar US$ 200 juta per tahun, merupakan 10% dari total farmasi di Indonesia. Bahkan kami juga menemukan industri kosmetika menempati posisi teratas yang sering dipalsukan dari 12 jenis industri yang rentan pemalsuan," ungkap Widya ditemui di sela Diskusi dan Peluncuran Kompetisi Iklan Masyarakat tentang Bahaya Obat dan Kosmetik Palsu Bagi Indonesia, di @amerika, di Pacific Place Mal, Rabu (26/2/2014).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Widya mengatakan, pemalsuan obat dan kosmetik adalah praktik yang sangat merugikan tidak hanya dari sisi materi, tapi juga dapat mengancam nyawa yang menggunakannya.

"Obat-obatan yang sering dipalsukan yang kami temukan seperti obat-obat malaria dan diabetes, jadi bisa berbahaya terhadap kesehatan bahkan menyebabkan kematian," katanya.

Apalagi, rendahnya pengetahuan masyarakat tentang bahaya obat dan kosmetik ilegal dan palsu membuat permintaan obat palsu makin tinggi.

"Karena pengetahuan masyarakat di Indonesia masih rendah, sehingga tidak paham bahayanya obat palsu atau ilegal, makanya ada obat palsu itu salah satunya karena banyak yang beli," tutup Widya.

(rrd/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads