Dalam 6 bulan terakhir, maskapai ini menghadapi tingginya harga bahan bakar serta beratnya persaingan di dunia penerbangan. Selama 6 bulan terakhir yang berakhir 31 Desember 2013, Qantas mengalami kerugian AUD 235 juta (US$ 210 juta) atau sekitar Rp 2,1 triliun.
Melihat hasil kinerja ini, Chief Executive Officer (CEO) Qantas yaitu Alan Joyce sangat kecewa.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Jadi, hingga 2017 nanti, Qantas akan memangkas 5.000 pegawai dari 32.000 pegawainya saat ini. "Saya menyesal keputusan pengurangan karyawan harus dilakukan. Namun kami akan melakukan segala hal agar proses ini bisa diterima oleh para karyawan. Setelah transformasi selesai, jumlah pegawai Qantas akan mencapai 27.000 orang, dan kami akan lebih kompetitif," tutur Joyce.
Qantas juga berencana menunda kedatangan 50 pesawat baru, termasuk 8 unit pesawat Airbus A380s. Maskapai ini juga akan memangkas penerbangan Perth-Singapura.
(dnl/hen)











































