Virgin merupakan maskapai penerbangan murah Australia. Pihak Virgin menyalahkan ketatnya kompetisi, turunnya jumlah penumpang, dan ketidakpastian ekonomi.
Sebelumnya, Qantas mengaku ingin memangkas 5.000 karyawannya karena rugi besar yang dialaminya. Virgin merupakan maskapai penerbangan terbesar kedua di Australia. Padahal dalam periode yang sama tahun sebelumnya, Virgin masih untung AUD 23 juta.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pasar penerbangan Australia masih terpengaruh oleh lemahnya kondisi ekonomi tahun lalu," tambah Borghetti.
Maskapai ini mengatakan, banyaknya pungutan pajak, seperti pajak karbon polusi, telah membebani keuangannya sebanyak AUD 23 juta tahun lalu. Virgin merupakan maskapai yang mayoritas sahamnya dimiliki Singapore Airlines, Air New Zealand, dan Etihad. Pendapatan maskapai ini sebenarnya naik 6,4% menjadi AUD 2,2 miliar pada 6 bulan yang berakhir 31 Desember 2013. Namun beban biaya maskapai ini naik 4,5%.
Kemarin, Chief Executive Officer (CEO) Qantas yaitu Alan Joyce menyatakan, dalam 6 bulan terakhir, maskapai ini menghadapi tingginya harga bahan bakar serta beratnya persaingan di dunia penerbangan. Selama 6 bulan terakhir yang berakhir 31 Desember 2013, Qantas mengalami kerugian AUD 235 juta (US$ 210 juta) atau sekitar Rp 2,1 triliun.
Qantas berencana memangkas 5.000 pekerjanya, karena kerugian besar yang dideritanya dalam 6 bulan terakhir. Bahkan maskapai ini membatalkan pembelian pesawat dan menunda ekspansinya di Asia lewat maskapai Jetstar.
(dnl/ang)











































