Seorang agen tiket di Papua bernama Ihsan Riyadi mengatakan, Merpati sangat dibutuhkan untuk penerbangan perintis di pelosok-pelosok Papua. Ihsan yang merupakan General Manager Pandara Tour & Travel, baru saja bertemu direksi Merpati hari ini untuk meminta maskapai BUMN ini terbang kembali.
"Penerbangan di pelosok membutuhkan Merpati. Kalau orang sakit, bisa cepat membawa pasien dari Merauke atau Papua ke wilayah Jawa," tutur Ihsan ditemui di kantor pusat Merpati, Gedung Basarnas, Jakarta Pusat, Jumat (28/2/2014).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bahkan saat ini semenjak Merpati menghentikan penerbangannya, harga tiket dari Merpati dari wilayah Papua ke Jawa naik tinggi. "Dulu paling murah Rp 1,5 juta-Rp 2,6 juta, sekarang naik 3 kali lipat jadi Rp 2,5 juta-Rp 6 juta," ujar Ihsan.
"Orang mau beli tiket di Papua pasti mikirnya Merpati, meskipun ada Lion, Sriwijaya, dan Garuda. Bahkan ada penumpang yang menunggu Merpati terbang Maret atau April nanti," cetus Ihsan.
(dnl/hen)











































