"Hampir setiap hari ada pilot yang resign. Karena kita punya kemampuan, tapi kita tidak digaji. Wajar kita pilih mengundurkan diri. Banyak maskapai yang menawarkan. Kita (dunia penerbangan) kan kekurangan pilot juga," ujar seorang pilot Merpati bernama Capt. Dicky Harsa di kantor pusat Merpati, Gedung Basarnas, Jakarta, Jumat (28/2/2014).
Dicky bergabung menjadi pilot Merpati sejak 1993, dia pernah menerbangkan pesawat tipe Casa 212 hingga Boeing 737-200. Lantas, kenapa Dicky masih bergabung dengan Merpati meski tak digaji lagi?
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sejak awal Februari 2014, Merpati menghentikan seluruh penerbangannya karena kondisinya makin sulit, dan utangnya mencapai Rp 7,1 triliun. Gaji pegawai pun belum dibayar sejak Desember 2014 lalu, dan rencananya ditunda hingga Mei 2014.
(dnl/hen)











































