Merpati Pilih Manajer Artis Jadi Direktur Hanya untuk Sensasi Saja

Merpati Pilih Manajer Artis Jadi Direktur Hanya untuk Sensasi Saja

- detikFinance
Sabtu, 01 Mar 2014 16:08 WIB
Merpati Pilih Manajer Artis Jadi Direktur Hanya untuk Sensasi Saja
Jakarta -

Penunjukkan Andika Monoarfa sebagai Direktur Niaga PT Merpati Nusantara Airlines (MNA) dinilai hanya untuk mencari sensasi. Langkah ini dilakukan hanya untuk menutupi kisruh yang terjadi di internal Merpati. Pasalnya nama Andika lebih dikenal sebagai manajer artis.

"Seorang manajemen artis ditaruh di sana mau cari sensasi saja untuk mengalihkan perhatian," kata Pengamat Penerbangan Alvin Lie kepada detikFinance, Sabtu (1/3/2014).

Menurut Alvin, penunjukkan Andika sebagai tidak Direktur Niaga tidak akan berpengaruh signifikan untuk membawa kinerja maskapai pelat merah ke arah yang lebih baik.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Nggak ada pengaruh di sana, kita cari manajer hebat di dunia, kalau pemilik sikapnya belum jelas, nggak kasih komitmen funding bagaimana?" jelasnya.

Solusi yang harus dan mungkin dilakukan saat ini adalah membantu keuangan Merpati agar memiliki modal kerja. Tanpa modal kerja, Merpati tidak bisa beroperasi menjalankan bisnis.

"Pramugari, pilot, teknisi mau kerja lagi tapi nggak dibayar. Utang ke Pertamina harus dibayar, mau terbang gimana? Pesawat ada, tapi sudah 1 bulan nggak dioperasikan untuk hidupkan pesawat kembali harus ada prosesnya. Dia harus diperiksa kembali dan dipansin, itu perlu duit dan duitnya dari mana?" sebutnya.

Alfin juga menilai Menteri BUMN Dahlan Iskan selaku pemegang saham tidak memberikan arahan dan dukungan yang jelas terhadap program penyelematan Merpati. Akibatnya Merpati susah untuk memulai penerbangan kembali pasca dihentikan sejak 1 Februari 2014.

"Saya khawatir masih Merpati sengaja digantung untuk alat publisitas pak Dahlan di konvesi supaya jadi selebritas maka disana (Merpati) manajemen artis berperan," terangnya.

Dekat dengan Industri Penerbangan

Andika merupakan putera mantan Menteri Perumahan Rakyat Suharso Monoarfa. Penunjukkan pria kelahiran 3 Desember 1979 ini, awalnya sempat dipertanyakan oleh Forum Pegawai Merpati karena persoalan kompetensi dan usia.

Namun Alvin menyebut meski latar belakang orang tua Andika adalah mantan menteri yang punya kedekatan pada bisnis aviasi.

"Itu anaknya pak Suharso Monoarfa, memang pak Suharso pernah cukup dekat dengan industri transportasi udara," kata Alvin.

Penempatan atau penunjukkan Andika menurutnya bisa saja bagian dari upaya Merpati untuk menarik atau menggandeng investor swasta.

"Ini bisa juga bagian dari kerjasama Merpati kerjsama dengan swasta. Andika mungkin mewakili investor swasta," jelasnya.

Tetapi Alvin menegaskan solusi penyelamatan Merpati bukan dengan mengganti atau menunjuk direksi baru. Merpati membutuhkan modal kerja yang mendesak untuk kembali beroperasi.

"Nggak ada pengaruh di sana, kita cari manajer hebat di dunia, kalau pemilik sikapnya belum jelas, nggak kasih komitmen funding bagaimana?" tegasnya.

(feb/ang)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads