Tigerair Mandala diterpa isu tak sedap. Maskapai low cost carrier (LCC) itu kabarnya akan ditutup oleh induknya yang berada di Singapura, Tiger Airways Ltd. Apa tanggapan manajemen?
Manajemen Tigerair Mandala tidak bisa mengkonfirmasi kebenaran kabar tersebut. Tapi Manajer Humas Tigerair Mandala Lucas Suryanata mengatakan, sampai saat ini tidak ada arahan induk usahanya di Singapura mengenai rencana penutupan tersebut.
Selain itu, kata pria yang biasa disapa Surya itu, dua investor terbesar Tigerair Mandala tetap berkomitmen untuk investasi di Indonesia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia mensinyalir kabar ini muncul karena Tigerair Mandala saat ini sedang menutup dan mengurangi beberapa rute, gara-gara harga avtur yang melambung menyusul pelemahan nilai tukar rupiah.
"Mungkin ini buntut dari penutupan dan pengurangan rute jadi muncul kabar-kabar seperti ini," jelasnya.
Sejak ditutup pada awal 2010, PT Mandala Airlines kembali terbang di 2012 setelah sepertiga sahamnya dibeli Tiger Air atau sekitar 35,8%. Namun Tiger Air kehilangan hampir SG$ 40 juta dalam jangka waktu April-December.
Tiger Air menggandeng perusahaan investasi milik Sandiaga Uno yaitu Saratoga yang menguasai 51% saham Tigerair Mandala. Sandiaga mengaku masih fokus untuk mengembangkan maskapai penerbangan itu.
"Kami masih fokus di Mandala karena banyak tantangan dari fluktuasi rupiah, biaya yang meroket dan persaingan yang semakin sengit. Apalagi ditambah bencana Kelud kemarin," katanya sambil mengkonfirmasi soal prospek pengambilalihan rute Merpati kepada detikFinance.
Berikut ini rute-rute Tigerair Mandala yang sudah ditutup dan dikurangi di awal Februari 2014. (ang/dnl)











































