Tiga maskapai tersebut adalah PT Merpati Nusantara Airlines (MNA), Sky Aviation, dan Tigerair Mandala. Hal itu diungkapkan Dirjen Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan Herry Bhakti dalam diskusi 'Polemik' di Warung Daun, Cikini, Jakarta, Sabtu 8 Februari 2014 lalu.
Penyataan Herry itu dilontarkan tak lama setelah Tigerair Mandala menutup sembilan rute dan mengurangi frekuensi penerbangan di dua rute miliknya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Seperti pernah kami sampaikan dulu penutupan rute-rute ini hanya sementara dan akan kami buka kembali setelah situasi normal. Bahkan kami juga berencana membuka rute-rute baru yang potensial tahun ini," katanya kepada detikFinance, Senin (3/3/2014).
Rencana buka rute baru itu juga pernah disampaikan Presiden Direktur Tigerair Mandala Paul Rombeek saat berkunjung ke kantor detikcom beberapa waktu lalu.
"Kami masih percaya kepada rute-rute (yang ditutup) ini, bahkan akan ada rute-rute baru lagi di tahun ini. Tapi sekarang kita tahan dulu karena biaya operasional ini makin tinggi," imbuhnya.
Seperti diketahui, sejumlah rute Tigerair Mandala ditutup mulai tanggal 10 Februari 2014 karena maskapai sedang melakukan evaluasi jaringan. Ada juga rute yang dikurangi frekuensinya.
Ia mengatakan, rute-rute yang sedang berhenti beroperasi sementara itu dipercaya masih layak untuk diterbangi. Hanya saja, dengan tingginya dolar AS membuat harga avtur melambung sehingga biaya operasional maskapai juga bengkak.
(ang/dnl)











































