Perseroan akan menggunakan 85% dana Initial Public Offering (IPO) yang ditargetkan mencapai Rp 1,2 triliun hingga Rp 1,3 triliun. Artinya, dana untuk pembangunan dan perluasan pabrik mencapai sekitar Rp 1,1 triliun.
Direktur Keuangan Perseroan Entus Asnawi mengatakan, pembangunan pabrik baru ini diharapkan akan selesai tahun ini sehingga bisa secepatnya memberikan kontribusi terhadap kinerja perseroan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dia menjelaskan, untuk pabrik di Lampung perseroan telah menyiapkan lahan seluas 5 hektar, sementara di Makassar luasnya mencapai 8 hektar, sedangkan untuk pabrik baru di Cilegon luasnya 3 hektar.
"Semuanya target selesai tahun ini. Proses pembangunan pabrik bisa 6 bulan," kata dia.
Entus menyebutkan, pembangunan dan perluasan pabrik-pabrik ini untuk terus menambah kapasitas produksi yang sudah ada.
Saat ini, kapasitas produksi terpasang mencapai 2 juta ton per tahun. Dengan adanya pembangunan pabrik baru, pengembangan pabrik, dan rencana akuisisi perusahaan konstruksi ditargetkan bisa mencapai kapasitas produksi 2,3 juta ton per tahun.
"Kapasitas produksi terpasang tahun 2013 2 juta ton per tahun dengan pembangunan pabrik dan akusisi bisa 2,3 juta ton per tahun," terangnya.
Di sepanjang tahun 2013, perseroan mencatat pendapatan Rp 2,64 triliun dengan laba bersih Rp 241 miliar.
(drk/ang)











































