RI Impor Ponsel Rp 3 T Dalam Sebulan, Ini Komentar MS Hidayat

RI Impor Ponsel Rp 3 T Dalam Sebulan, Ini Komentar MS Hidayat

- detikFinance
Selasa, 04 Mar 2014 18:10 WIB
RI Impor Ponsel Rp 3 T Dalam Sebulan, Ini Komentar MS Hidayat
Jakarta - Indonesia masih banyak mengimpor telepon seluler (ponsel/HP) dari banyak negara. Ponsel berbagai merek didatangkan sepanjang Januari 2014 dengan nilai Rp 3 triliun. Apa komentar Menteri Perindustrian MS Hidayat?

"Bisa saja karena selama setahun kita impor sekitar 60 juta unit, itu tahun lalu," kata Hidayat saat ditemui di Kantor Kementerian Perindustrian, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Selasa (4/3/2014).

Hidayat mengatakan, saat ini sudah ada 3 produsen ponsel lokal yang mulai berproduksi secara massal, itu belum cukup untuk menutupi tingginya permintaan ponsel di dalam negeri. Belum lagi ada tren masyarakat Indonesia menggunakan ponsel dengan merek yang terkenal.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Sekarang produsen HP itu kan sudah ada 3, Axioo, Polytron dan satu lagi. Itu masih kecil-kecil, dalam skala ekonominya belum begitu besar," katanya.

Sebelumnya, Direktur Jenderal Industri Unggulan Berbasis Teknologi Tinggi Kementerian Perindustrian Budi Darmadi pernah mengatakan, sepanjang 2013, ada sekitar 15 pabrik komponen telekomunikasi yang terbangun di Indonesia. Mulai dari pabrik pembuatan casing, keypad, baterai, LCD, dan charger.

Rencananya, komponen telekomunikasi lokal sudah terpasang pada perangkat-perangkat seluler bermerek lokal Indonesia pada 2016. Adapun mulai tahun ini, pembangunan pabrik perangkat seluler/produk telepon genggam/smartphone sudah mulai dilakukan.

Pada Oktober lalu, perusahaan pembuat komputer dan perangkatnya elektronika, Axioo meresmikan pabrik ponsel dan tablet di Cakung dan Sunter. Adapun investasinya sekitar US$10 juta-US$15 juta. Kapasitas produksi HP dan Tablet merek Axioo (PT Tera Data) 750.000 unit/tahun.

Badan Pusat Statistik (BPS) merilis data yang menunjukkan Indonesia mengimpor ponsel Rp 3 triliun sepanjang Januari 2014.

Impor ponsel terbesar datang dari China. Dengan volume 1.016 ton atau US$ 192,6 juta. Pada 2013 lalu, impor dari China total mencapai 13.116 ton atau US$ 1,6 miliar.

Kemudian dari Vietnam dengan jumlah 255 ton atau US$ 99,9 juta, di mana pada tahun 2013 sebesar 1.426 ton atau US$ 607,1 juta. Korea Selatan 7 ton atau US$ 4,6 juta, dan tahun 2013 35 ton atau US$ 23,3 juta.

Selanjutnya adalah Taiwan 9,3 ton atau US$ 3,5 juta, dan Hong Kong 33,2 ton atau US$ 2,8 juta. Spanyol menyusul dengan 128 kg atau US$ 56 ribu, Singapura 21 kg atau US$ 44 ribu, dan Amerika Serikat 11 kg atau US$ 2.069.

(zul/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads