Dari siaran pers Konsulat Jenderal RI (KJRI) di Dubai, Rabu (5/3/2014) pameran bernama 'The 19th Gulf Food, Hotel and Equipment Exhibition and Salon Culinaire, and Restaurant & Cafe Middle East' atau (Gulfood 2014) ini digelar 23-27 Februari 2014 lalu, dan merupakan pameran terbesar untuk kategori serupa.
Keberadaan pameran tahunan produk makanan, minuman dan peralatan pembuatan makanan dan minuman, serta industri perhotelan ini sangat penting dan diperhitungkan oleh para pembeli maupun penjual dari berbagai wilayah di dunia termasuk Indonesia, terutama dari kalangan manufaktur, distributor dan supplier industri.
Ada 12 perusahaan Indonesia yang telah turut dalam pameran, yaitu PT Delta Pasifik Indotuna, PT AK Goldenesia, PT Kapal Api Global, PT Mulyatek Kreasi Andalan, PT Batman Kencana, PT Aluno Food International, PT Air MAncur, PT Internusa Food, PT Bukit Perak, PT Gandum Mas Kencana, PT Tiga Pilar Sejahtra Food Tbk, dan PT Sosro.
Produk Indonesia yang dipasarkan dalam pameran ini antara lain produk makanan kaleng, produk susu dan turunannya, minuman ringan, makanan kecil, permen, makanan kesehatan, makanan halal, beras, mie, makanan cepat saji, teh, kopi, dekorasi makanan, peralatan dapur serta kamar mandi, dan pembersih dapur.
Keberadaan pameran ini membuktikan posisi Dubai sebagai hub perdagangan internasional yang penting di dunia, termasuk dalam kategori industri makanan dan minuman. Hal ini terbukti dengan peningkatan jumlah peserta menjadi 4.500 perusahaan dari 120 negara, jumlah pengunjung pameran yang berasal dari seluruh dunia, serta luas lahan pameran dan jenis produk yang dipamerkan. Bahkan di tahun ini, hari pelaksanaan pameran diperpanjang menjadi 5 hari, setelah tahun-tahun sebelumnya hanya berlangsung selama 4 hari.
KJRI Dubai menilai partisipasi pengusaha Indonesia sebagai peserta pameran merupakan langkah yang tepat bagi upaya promosi dan perluasan pasar penjualan produk makanan dan minuman Indonesia yang telah memenuhi standar mutu internasional, baik untuk pasar Timur Tengah maupun belahan dunia lainnya.
Potensi kawasan Timur Tengah dan Afrika untuk mengimpor produk makanan dan minuman dari wilayah lainnya di dunia masih sangat besar dan terus meningkat. Selain itu, pameran ini dapat bermanfaat sebagai ajang untuk melakukan market intelligence tentang produk suatu barang dan harga dalam menghadapi persaingan global.
Selama 5 hari pameran berlangsung, sekitar 2.700 pengunjung (Buyers) potensial telah mendatangi stand peserta Indonesia. Para pengunjung tersebut berasal dari UAE, Arab Saudi, Qatar, Bahrain, Kuwait, Jordania, Irak, Iran, Palestina, Lebanon, Mesir, Aljazair, Maroko, Libya, Sudan, Kenya, Somalia, Yaman, Pakistan, India, China, Thailand, Singapura, Filipina, Rusia, Belgia, Swiss dan Amerika Serikat. Hingga penutupan pameran tercatat nilai transaksi gabungan keduabelas peserta Indonesia mencapai sekitar US$ 3,9 juta.
(dnl/dru)











































