INACA Gelar Forum Pembiayaan Maskapai Penerbangan Internasional

INACA Gelar Forum Pembiayaan Maskapai Penerbangan Internasional

- detikFinance
Rabu, 05 Mar 2014 21:07 WIB
INACA Gelar Forum Pembiayaan Maskapai Penerbangan Internasional
Jakarta - Maskapai penerbangan nasional dipertemukan dengan sejumlah mitra bisnis dari berbagai institusi keuangan dan pembiayaan penerbangan global di Jakarta pada 5-6 Maret 2014.

Acara ini digelar dalam sebuah konferensi internasional bernama 'Indonesia's 1st Aircraft & Engine LEasing Summit'. Ada 200 peserta dari kalangan seperti asuransi penerbangan, perbankan, pabrikan pesawat, dan perusahan teknologi aviasi yang hadir. Forum ini dianggap penting mengingat pertumbuhan ekonomi dan pertumbuhan angkutan udara di Asia dan Indonesia berkembang pesat.

Ketua Umum INACA Arif Wibowo mengatakan, Asia, dengan kawasan ASEAN dan terutama Indonesia, telah menjadi kawasan dengan skala industri penerbangan yang tumbuh luar biasa. Indonesia dalam kajian McKinsey &Co, akan menjadi negara dengan peringkat ekonomi nomor tujuh dunia pada 2030 dan akan menghasilkan 90 juta konsumen baru yang ingin bepergian.

"Belum lagi dengan total populasi mencapai 240 juta penduduk, ribuan pulau, pembangunan infrastruktur yang sedang berlangsung, membuat Indonesia sebagai negara dengan prospek penerbangan cerah untuk jangka panjang," kata Arif yang juga CEO Citilink dalam siaran pers, Rabu (5/3/2014).

Faktor-faktor tersebut, kata Arif lagi, mempercepat pertumbuhan kegiatan travelling. Jumlah penumpang domestik meningkat dua kali lipat dari 2008 menjadi 74,2 juta penumpang di 2013. Sedangkan pada penumpang internasional mencapai 10,8 juta orang. Diperkirakan penumpang domestik akan mencapai 100 juta pada 2015 dan 180 juta penumpang pada 2018.

"Ini akan membuat Indonesia sebagai negara peringkat lima dunia dalam pasar domestik setelah Amerika Serikat, China, Jepang, dan Brasil," kata Arif.

Arif menjelaskan, dari perspektif tersebut, maskapai penerbangan Indonesia membutuhkan armada pesawat dalam jumlah yang besar, terlebih saat memasuki pasar regional di ASEAN dengan persaingan yang ketat. Ekspansi bisnis ke ASEAN membutuhkan jenis pesawat berbadan sedang untuk biasa mendarat di bandara yang lebij kecil dengan jalur lepas landas (runway) yang pendek.

Forum ini menurut Arif tidak saja penting bagi INACA, tetapi juga bagi industri lainnya yang terkait dengan penerbangan khususnya dengan institusi pembiayaan pesawat (leasing), asuransi, teknologi, dan pabrikan pesawat untuk bisa membantu maskapai di kawasan ASEAN dan Indonesia memperoleh pesawat yang tepat dan pembiayaan yang tepat juga.

INACA sebagai fasilitator, katanya, mendorong agar tercipta sinergi yang positif dari pertemuan kali ini sehingga dapat terbangun kerjasama, saling belajar dan membuka peluang bisis di masa depan.

Jumlah armada pesawat dari penerbangan berjadwal yang beroperasi di Indonesia pada 2012 mencapai 442 unit (dari 121 penerbangan berjadwal) dan diperkirakan pada 2015 akan menjadi 580 pesawat, dan 973 pesawat di 2020. Sedangkan dari 135 penerbangan tidak berjadwal tercatat sebanyak 258 pesawat dan akan bertambah menjadi 421 pesawat di 2020.

Jumlah penumpang Indonesia yang naik pesawat terbang tercatat sebanyak 70 juta penumpang per tahun, atau 200 ribu penumpang setiap harinya.
Maskapai penerbangan yang menjadi anggota INACA tercatat 32 maskapai penerbangn, yang terdiri dari 14 penerbangan berjadwal dan sisanya 18 penerbangan tidak berjadwal.

(dnl/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads