"Dari total perdagangan kayu ke seluruh dunia sebesar US$ 112 miliar, sebesar US$ 40 miliar itu dikuasai oleh China," ungkap Ketua Asosiasi Mebel Kerajinan Indonesia (AMKRI) Sunoto saat membuka acara International Furniture Expo 2014, di JIExpo, Kemayoran, Jakarta, Selasa (11/03/2014).
Sementara Indonesia yang mempunyai bahan baku kayu cukup banyak, hanya menempati posisi ke-13 negara pengekspor produk kayu terbesar di dunia. Ekspor produk kayu Indonesia per tahun mencapai US$ 1,7 miliar.
Dari jumlah itu, Indonesia masih kalau jauh dengan negara Vietnam dan Malaysia. Ekspor produk kayu Vietnam per tahun mencapai US$ 4 miliar, sedangkan Malaysia mencapai US$ 2,4 miliar. Ditargetkan di 2015, ekspor produk kayu Indonesia mencapai US$ 5 miliar.
"Kita menargetkan untuk menyalip Malaysia dan Vietnam atau negara lainnya. Target kita seperti yang diutarakan Pak Gita (Gita Wirjawan Mantan Menteri Perdagangan) di tahun 2015 ekspor mencapai US$ 5 miliar," tuturnya.
Sunoto meminta kemudahan baik bantuan permodalan maupun insentif bagi kalangan pengusaha kayu olahan, yang mayoritas adalah pengusaha kecil menengah (UKM). Selain itu, pemerintah penting untuk mempromosikan produk kayu Indonesia ke negara lain agar lebih dikenal yang berguna untuk menggenjot ekspor.
"Tolong beri kami jalan tol yaitu jalan bebas hambatan. Selain pameran, seharusnya pemerintah bantu juga kita untuk penetrasi pasar. AMKRI melakukan eksibisi ini tidak hanya di Indonesia, tetapi di 15 pameran di seluruh dunia seperti Rusia, Atlanta, dan lain-lain," jelasnya.
(wij/dnl)











































