BSN Upgrade Standar Internasional Sistem Pipa di Indonesia

BSN Upgrade Standar Internasional Sistem Pipa di Indonesia

- detikFinance
Selasa, 11 Mar 2014 11:58 WIB
BSN Upgrade Standar Internasional Sistem Pipa di Indonesia
Jakarta - Badan Standarisasi Nasional (BSN) meningkatkan standarisasi untuk sistem pipa air, keran dan sitem pengolahan air lainnya dari hulu hingga hilir. Hal ini ditujukan untuk memanfaatkan sumber daya ini sebaik-baiknya, juga mengatur sistem distribusi air.

"Secara umum kondisi plumbing kita di Indonesia jauh tertinggal. Walaupun tertinggal berapa puluhan tahun. Saya pikir kita harus mulai. Karena ketersediaan air yang siap konsumsi ini menjadi masalah penting," kata Kepala Badan Standarisasi Nasional (BSN) Bambang Prasetya di acara World Plumbing Day Event di Hotel Ritz Carlton Mega Kuningan Jakarta, Selasa (11/3/2014).

Bambang mengatakan, saat ini di Indonesia sendiri yang sudah menerapkan standarisasi sistem tersebut sangat minim. Itu pun masih mencakup kalangan perkantoran dan gedung-gedung bertingkat. "Baru 10%-20%, itu sangat kecil sekali," katanya.

Lebih rinci lagi Deputi Penelitian Kerjasama Standarisasi BSN Kukuh S Achmad mengatakan, penerapan standarisasi ini sangatlah penting. Tujuan utamanya adalah untuk mengurangi potensi water losses atau pembuangan sumber daya air secara sia-sia.

"Efisiensi, water loss. Belum lama pipa itu pecah di jalan mana. Apa yang selama ini kita lakukan bisa kita tingkatkan. Sistem plumbing ini, kedua keran air salah satu elemen di dunia, selain pangan. Oleh karena itu kita harus concern air itu tidak banyak,"" papar Kukuh.

BSN dalam hal menerapkan sistem standarisasi ini mengadopsi Uniform Plumbing Code (UPC) dari The International Association of Plumbing and Mechanical Officials (IAPMO) Asosiasi plumbing asal Amerika Serikat. Dengan demikian, nantinya sistem plumbing yang ada di Indonesia tak hanya berstandar Indonesia, melainkan internasional.

"Negara yang sudah mengadopsi itu India dan Filipina. Mudah-mudahan itu bermanfaat," kata Kukuh.

(zul/dru)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads