Gubernur Bangka Belitung Rustam Effendi mengatakan, produksi timah tiap tahun makin mengecil, sehingga penerimaan daerah dari timah hanya US$ 600 per metrik ton.
"PAD dari timah selama ini mencapai US$ 600.000, artinya hanya US$ 600 per metrik ton. Tapi kalau dulu walaupun keuntungannya kecil, tetapi volumenya besar kalau sekarang volumenya kecil," ungka Rustam ditemui di Hotel Novotel, Bangka, Rabu (12/3/2014).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sekarang kita sudah merevatilisasi wilayah lada, selain lada (merica) ada 6 sektor lainnya yang akan didorong untuk menambah PAD, seperti perkebunan karet, kita juga akan kembangkan sektor perikanan dilahan bekas timah," tutupnya.
(rrd/dru)











































