Boeing Kirim 648 Pesawat Tahun Lalu, Ini Tipe Terlarisnya

Boeing Kirim 648 Pesawat Tahun Lalu, Ini Tipe Terlarisnya

- detikFinance
Kamis, 13 Mar 2014 14:32 WIB
Boeing Kirim 648 Pesawat Tahun Lalu, Ini Tipe Terlarisnya
Jakarta - Tahun lalu, produsen pesawat asal Amerika Serikat (AS) yaitu Boeing mengirimkan 648 unit pesawat komersialnya ke seluruh dunia. Nilai ini naik dari jumlah pengiriman pesawat di 2012 yang jumlahnya 601 unit.

Dari jumlah itu, berikut daftar pesawat yang paling banyak dikirimkan berdasarkan laporan keuangan Boeing 2013 yang dikutip, Kamis (13/3/3014):

  1. Tipe 737 sebanyak 440 unit, jumlah ini naik dari tahun sebelumnya 415 unit
  2. Tipe 777 sebanyak 98 unit, jumlah ini naik dari tahun sebelumnya 83 unit
  3. Tipe 787 sebanyak 65 unit, jumlah ini naik dari tahun sebelumnya 46 unit
  4. Tipe 747 sebanyak 24 unit, jumlah ini naik dari tahun sebelumnya 31 unit
  5. Tipe 767 sebanyak 21 unit, jumlah ini turun dari tahun sebelumnya 26 unit
Pada tahun ini, dari bisnis pesawat komersial, Boeing menargetkan akan mengirimkan 715-725 unit pesawat, dengan target pendapatan US$ 57,5 miliar-US$ 59,5 miliar atau hingga Rp 595 trilun.

Tahun 2013 lalu, Boeing mendapatkan pendapatan US$ 52,981 miliar atau sekitar Rp 529 triliun dari penjualan pesawat komersial.

Secara keseluruhan, Boeing dan seluruh anak usahanya meraup keuntungan US$ 4,5 miliar atau Rp 45 triliun di 2013. Jumlah ini naik dari tahun sebelumnya yang mencapai US$ 3,9 miliar atau Rp 39 triliun.

Baru-baru ini, pesawat Boeing 777-200 ER seharga Rp 2,6 triliun milik Malaysia Airlines hilang saat akan terbang dari Kuala Lumpur menuju Beijing. Dugaan bermunculan sempat ada keretakan pada pesawat yang disebut-sebut tercanggih dan teraman tersebut.

Badan transportasi udara Amerika Serikat (AS) pernah memperingatkan Boeing atas potensi kelemahan pesawat tipe 777. Salah satu potensi kerusakan adalah retakan dan korosi pada badan pesawat tipe 777 di atas 6 tahun.

Ternyata kerusakan tidak hanya ditemukan di pesawat tipe 777 saja tapi juga di 787. Produsen pesawat asal AS itu menemukan adanya garis retakan di sayap 40 pesawat 787 Dreamliner yang sedang diproduksi.

Namun Boeing menyatakan retakan tersebut tidak ditemukan pada pesawat Dreamliner yang telah digunakan sejumlah maskapai penerbangan dunia.

(dnl/dru)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads