"Ini sangat safety dan very regulated," kata Direktur Utama Dahana Harry Sampurna di Kementerian BUMN, Jakarta, Jumat (14/3/2014).
Harry menurutkan untuk memproduksi dan menjual bahan peledak, Dahana harus mengurus perizinan pada 7 lembaga pemerintahan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bahkan untuk mengeluarkan bahan baku atau produk bahan peledak dari gudang, harus ada izin dan prosedur yang dilakukan Dahana. Termasuk sampai ke tangan konsumen. Ketatnya prosedur yang ditempuh, menurut Harry, mempersempit potensi pencurian bahan peledak.
"Itu buka gudang itu ada izinnya. Ini setiap jalan ada izin," jelasnya.
Produk bahan peledak yang diproduksi dan dijual Dahana antara lain: dayagel sesmic, dayagel series, dayadet electric, dayadet non electric, daya prime, bomb P-10, shaped charged hingga blast effect bomb. Pada tahun 2013, perseroan mampu memproduksi hingga 56.000 ton bahan peledak di pusat produksi di Subang Jawa Barat.
(feb/dru)











































