Seperti yang sudah diketahui, 30 negara memesan seragam militer dengan kemampuan seperti anti infra merah, anti radiasi, dan anti peluru. Direktur Sritex Sri Sartono Basuki mengatakan, tidak ada perbandingan kualitas antara seragam TNI maupun seragam militer negara lain karena semua sesuai pesanan.
"Jadi pesanannya berbeda-beda, ada yang sesuai cuaca di negara masing-masing," kata Sartono di kawasan pabril Sritex, Sukoharjo, Solo, Rabu (12/3/2014).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pakaian yang dikenakan Kopassus kemudian pasukan katak itu punya spesifikasi internasional. Untuk TNI AL misalnya anti nyamuk, anti air," tandasnya.
Saat ini sudah 30 negara yang pasukan militernya dibalut dengan seragam buatan pabrik di Sukoharjo itu. Antara lain tentara Jerman, Inggris, Uni Emirat Arab, Malaysia, Somalia, Australia, Kroasia, Hong Kong, dan lainnya. Selain seragam militer, Sritex juga membantu pengembangan Hovercraft milik TNI AD, kemudian tenda, dan ransel militer.
(alg/dnl)











































