Sky Aviation Setop Operasi, Ini Penjelasan Kemenhub

Sky Aviation Setop Operasi, Ini Penjelasan Kemenhub

- detikFinance
Jumat, 21 Mar 2014 15:38 WIB
Sky Aviation Setop Operasi, Ini Penjelasan Kemenhub
Jakarta - Maskapai Sky Aviation menyatakan berhenti beroperasi sementara hingga 31 Maret 2014. Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menyatakan Sky Aviation mengajukan izin selama 2 minggu untuk proses audit terkait persiapan hadirnya investor baru.

Hal tersebut dikatakan oleh Direktur Angkutan Udara Kementerian Perhubungan Djoko Murdjatmodjo di acara Astindo Fair 2014 di JCC Senayan, Jakarta, Jumat (21/3/2014).

"Sky Aviation berhenti selama 2 minggu, sebelum tanggal 31 Maret 2014 dia terbang lagi. Dia sedang di-freeze karena investor baru akan masuk. Jadi mereka akan lakukan audit," jelas Djoko.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Djoko mengatakan, jika Sky Aviation masih belum beroperasi pada 31 Maret 2014 nanti, sesuai dengan peraturan yang berlaku, Kementerian Perhubungan akan memberikan waktu 30 hari lagi bagi Sky Aviation untuk kembali beroperasi. Jika belum juga beroperasi dalam jangka waktu tersebut, Kemenhub masih akan memberikan perpanjangan waktu hingga 30 hari untuk mengaktifkan rute-rutenya.

"Kita ikuti KM (Keputusan Menteri) 25 yang ada, kalau 30 hari mengajukan perpanjangan nggak? Kita tambah 30 hari. Kalau nggak, rutenya habis dan harus ajukan baru," tambahnya.

Aturan itu tertuang dalam Peraturan Menteri Perhubungan nomor KM 25 tahun 2008.

Seperti diketahui, maskapai penerbangan dalam negeri yaitu Sky Aviation berhenti beroperasi untuk sementara. Manajemen Sky Aviation menargetken maskapai ini akan kembali terbang paling lambat pada 31 Maret 2014.

General Manager Marketing PT Sky Aviation Sutito Zainudin mengatakan, alasan penghentian operasi sementara ini karena Sky Aviation sedang melakukan pembicaraan dengan investor baru untuk penguatan modal. Sky Aviation saat ini dimiliki oleh pengusaha Yusuf Ardhi, namun maskapai ini memerlukan tambahan modal baru.

"Memang saat ini Sky Aviation sedang melakukan pembicaraan tahap akhir dengan investor dan dalam waktu dekat diperkirakan paling lambat sampai dengan 31 Maret 2014 sudah kembali beroperasi," ujar Sutito.

Saat ditanya soal investor baru, Sutito menjawab, ini penambahan modal saja.

(zul/hen)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads