AS dan Eropa Barat memang memberikan sanksi kepada Rusia karena 'mencaplok' Crimea dari Ukraina lewat referendum.
Dilansir dari AFP, Sabtu (24/3/2014), seorang eksekutif senior Bombardier pada pertemuan investor di New york mengatakan, perselisihan antara Barat dan Rusia membuat negosiasi penjualan 100 unit pesawat Turboprop Bombardier ke maskapai penerbangan Rusia yaitu Rostec terancam batal.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Penjualan pesawat Bombardier dengan Rusia ini memang memiliki nilai yang tinggi, setelah tahun lalu Bombardier berhasil menjual pesawat Rp 2,5 triliun ke Rusia.
Bombardier juga tengah membujuk Rusia dan maskapai penerbangan asal negara-negara pecahan Uni Soviet untuk membeli pesawat barunya yaitu C-Series.
(dnl/dnl)











































