Bandara The New Sepinggan di Balikpapan telah beroperasi perdana hari ini. Sepinggan jadi bandara pertama dengan mal di Indonesia. Pembangunan bandara ini membutuhkan Rp 2 triliun.
Selain itu, proses pembangunan bandara dengan konsep futuristik modern eco airport ini memakan waktu 32 bulan, sejak Agustus 2011.
Kini, Angkasa Pura (AP) I selaku perusahaan pengelola bandara Sepinggan masih akan tetap melakukan memperbaiki dan meningkatkan pelayanan bandara yang ada di Indonesia, khususnya yang ada di bagian tengah dan timur. Beberapa bandara sudah dirombak dan hasilnya cukup memukau seperti bandara di Makassar, Bali, dan Surabaya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tak dapat dipungkiri, masalah waktu serta biaya yang besar menjadi tantangan bagi Angkasa Pura I untuk memperbaiki bandara-bandara miliknya. Untuk Bandara Sepinggan saja, kata Wendo, sudah menelan investasi hingga Rp 2 triliun.
Dana itu, kata Wendo, selain untuk terminal penumpang seluas 110.000 meter persegi, juga untuk membangun gedung parkir seluas 77.000 meter persegi, flyover dan infrastruktur lain, serta dua hanggar, apron, dan kargo. "Itu (Rp 2 triliun) semua dari pinjaman Angkasa Pura kepada sindikasi perbankan nasional, leadnya Bank Mandiri," tambahnya.
Lewat desain yang benar-benar modern dan sistem yang sudah terintegrasi, Wendo sangat berharap bandara New Sepinggan bisa meraih pengharagaan 'best services airport 2014'. Lebih dari itu, menurutnya Angkasa Pura I juga sangat ingin agar masuk jadi salah satu bandara terbaik di Asia.
"Sebenarnya 8 bandara terbaik dunia ada di Asia, jadi kalaupun hanya masuk di urutan 9 atau 10 pun sudah hebat," ujarnya.
(ros/dnl)










































