Demikian disampaikan oleh Gubernur Kalimantan Timur Awang Farouk saat berkeliling bandara yang beroperasi mulai hari ini, Sabtu (22/3/2014).
"Sekali lagi kepada masyarakat Balikpapan dan Kaltim, Insya Allah kita juga sudah sepakat menamakan bandara ini menjadi Bandara Internasional Aji Muhammad Sulaiman dan nanti akan diresmikan oleh Presiden," tutur Awang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Awang mengatakan, bandara ini menjadi salah satu kebanggaan masyarakat Kaltim. Dari pengamatan Awang, kualitas bandara yang dibangun oleh PT Angkasa Pura I ini sudah cukup membanggakan.
"Ini salah satu bandara yang modern, salah satu yang terbaik. Tapi yang terpenting bagi kita bagaimana Angkasa Pura dan semua jajarannya memberikan pelayanan yang terbaik bagi masyarakat," ujar Awang.
"Pelayanannya harus kelas dunia, artinya yang terbaik bagi semua masyarakat di belahan dunia ini. Jadi tidak ada bedanya dengan bandara yang di Eropa, Korea, Hong Kong, dan Singapura," imbuh Awang.
Pada kesempatan itu, Awang juga mengimbau agar tidak ada delay atau penundaan pesawat di bandara ini. Karena bandara ini juga akan menjadi pintu masuk bagi para wisatawan ke Kaltim.
"Kita sudah sepakat bandara ini dibangun sebagai bandara modern tetapi ornamen-ornamennya tetap mempunyai unsur budaya. Ada budaya Dayak, Kutai, Melayu," ujarnya.
Bandara ini mempunyai konsep futuristik modern eco airport ini yang pembangunannya memakan waktu 32 bulan, sejak Agustus 2011. Investasi pembangunan bandara ini adalah Rp 2 triliun. Pembangunan bandara ini membutuhkan Rp 2 triliun.
Dana itu untuk membangun terminal penumpang seluas 110.000 meter persegi, juga untuk membangun gedung parkir seluas 77.000 meter persegi, fly over dan infrastruktur lain, serta dua hanggar, apron, dan kargo.
(ros/dnl)











































